Fenomena Mayat Sering Terdampar di Teluk Semaka, Ini Penjelasan BPBD Tanggamus !

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 17:23

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan identifikasi temuan mayat di Pantai Limau, Tanggamus |

Polisi saat melakukan identifikasi temuan mayat di Pantai Limau, Tanggamus |

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Fenomena mayat terdampar di pesisir Kabupaten Tanggamus, khususnya Teluk Semaka, kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Tak sedikit yang heran, bagaimana bisa orang tenggelam di Laut Jawa, bahkan di sekitar Kepulauan Seribu atau Banten, namun jasadnya ditemukan di pantai-pantai wilayah Lampung, termasuk Tanggamus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena tersebut.

Menurutnya, kondisi geografis, arus laut, dan angin musiman menjadi faktor utama mengapa mayat korban tenggelam di Laut Jawa bisa terdampar di wilayah perairan Lampung dan inilah penjelasannya :

1. Arah Arus Laut dan Angin Musiman

Laut Jawa secara langsung terhubung dengan Selat Sunda, yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Arah arus laut di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh angin muson, dimana Musim kemarau (Mei–September): Arus laut bergerak dari timur ke barat. Lalu Musim hujan (November–Maret): Arus laut bergerak dari barat ke timur.

Pada musim kemarau, jika seseorang tenggelam di bagian barat Laut Jawa, arus laut dapat membawa jasad ke arah barat daya menuju wilayah Lampung, termasuk Teluk Semaka.

2. Proses Degradasi Jasad di Laut

Menurut Hendarman, setelah korban tenggelam, tubuh biasanya akan tenggelam ke dasar laut.

Namun, seiring waktu, gas pembusukan dalam tubuh akan membuat jasad mengapung dan terbawa arus laut serta angin.

Lokasi terdamparnya mayat sangat bergantung pada kekuatan arus dan ombak saat itu.

3. Topografi Laut dan Pola Sirkulasi Laut Jawa

Laut Jawa dikenal sebagai perairan dangkal dan cukup tertutup, tetapi memiliki jalur keluar ke arah barat melalui Selat Sunda.

Selat ini menjadi jalur utama air dari Laut Jawa menuju Samudera Hindia, yang letaknya dekat dengan pesisir Lampung.

Banyak kasus penemuan jasad di Lampung berasal dari korban tenggelam di sekitar barat Laut Jawa, seperti Kepulauan Seribu atau pesisir Banten. Arus laut membawa jasad hingga ke pantai-pantai di Tanggamus.

“Tidak aneh jika korban tenggelam di Laut Jawa akhirnya ditemukan di pesisir Lampung, khususnya Teluk Semaka. Semua kembali kepada hukum alam, arus laut, dan angin musiman. Ini bukan hal baru,” pungkas Herman Wahid.

BACA JUGA :

Ini Petunjuk Keluarga asal Cilincing Jakarta Yakini Jenazah Tanpa Kepala di Pantai Limau Tanggamus Adalah Putranya.

Kronologi Penemuan Mayat di Pesisir Pantai Tanggamus

Fenomena mayat ditemukan di pesisir pantai Tanggamus bukan baru pertama kali terjadi. Beberapa kasus serupa sudah pernah menggegerkan masyarakat.

1. Penemuan Lama – 25 Juli 2020

Pada Sabtu, 25 Juli 2020, warga Dusun Limus, Pekon Martanda, Kecamatan Pematang Sawa menemukan sesosok mayat pria dengan kaos hitam dalam kondisi mengenaskan. Identitas korban hingga kini belum terungkap.

2. Penemuan Pertama – 16 Agustus 2023

Warga Pekon Teluk Brak, Kecamatan Pematang Sawa, kembali dikejutkan dengan temuan mayat pria tanpa kepala pada Rabu, 16 Agustus 2023.

Jasad ditemukan dalam kondisi rusak akibat pembusukan hingga 80 persen, terdampar di bibir pantai sekitar pukul 11.30 WIB.

3. Penemuan Kedua – 7 September 2023

Kasus serupa terulang pada Kamis, 7 September 2023, di Pantai Karang Bolong, Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau. Mayat pria yang ditemukan bahkan lebih mengenaskan, tanpa kepala, telapak tangan, dan kaki.

Polisi melakukan pencocokan DNA terhadap kedua jasad tersebut. Hasilnya, dua jenazah itu dipastikan sebagai Kasdi dan Tarsoni, kakak beradik asal Cirebon, yang merupakan anak kandung Kayin.

Kasdi dan Tarsoni diketahui merupakan anak buah kapal (ABK) KM Bintang Mutiara Jaya, kapal pemburu cumi yang mengalami kecelakaan laut pada 21 Agustus 2023 di perairan Cirebon.

Kapal tersebut bertolak dari Muara Angke, Jakarta menuju perairan Kalimantan dengan membawa 12 ABK.
Dari insiden tersebut, tiga jenazah berhasil ditemukan, termasuk Kasdi dan Tarsoni, sementara sisanya masih dinyatakan hilang.

4. 18 Juli 2025 — Temuan Mayat Terbaru, Diduga Nelayan Asal Cilincing

Misteri penemuan mayat pria tanpa kepala di Pantai Cukuh Pandan, Pekon Padang Ratu, Limau kini mulai terungkap pada Rabu 15 Juli 2025.

Sebuah keluarga mengenali pakaian korban, terutama celana pendek yang disebut milik Akbar Tanjung alias Aco (24), seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Bidadari–Kelor, Jakarta Utara.

Meski demikian, kesimpulan masih menunggu hasil test DNA resmi dari Puslabfor Polri.

Menurut Abu Umaya, selaku orang tua Akbar Tanjung, anaknya terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada 6 Juli 2025 sebelum dikabarkan hilang di laut.

Setelah pencarian selama 12 hari di wilayah Kepulauan Seribu tidak membuahkan hasil, keluarga menemukan kabar dari media soal penemuan mayat di Tanggamus. (Herdi)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru