Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Keluarga korban mengenang sosok Akbar Tanjung alias Aco (24), pria yang diduga kuat sebagai jasad tanpa kepala yang ditemukan terdampar di Pantai Cukuh Pandan, Pekon Padang Ratu, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, pada Rabu 15 Juli 2025, lalu.
Muhammad Yusuf, sepupu korban yang berasal dari Pasir Sakti, Lampung Timur, menceritakan kenangan semasa hidup bersama Akbar Tanjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengenang momen sederhana ketika Akbar Tanjung mendampinginya saat menjalani operasi amandel beberapa tahun silam di Jakarta.
Menurutnya, Akbar merupakan pribadi yang baik, sopan, ramah, dan tidak pernah neko-neko dalam pergaulan.
“Orangnya baik, sopan santun, ramah di lingkungan. Dia tidak macam-macam, hidupnya lurus. Kami memang sudah lama tidak bertemu karena saya di Lampung Timur, tapi dulunya kami sering bergaul dari kecil, kami dulu sama-sama di Palembang,” tutur Yusuf saat dirinya berada di Polres Tanggamus, Jumat 18 Juli 2025.
Yusuf menambahkan, Akbar juga kerap mengunjungi keluarganya di Pasir Sakti, Lampung Timur, khususnya saat ada acara keluarga. “Terakhir ketemu waktu acara nikahan saya, sekitar dua tahun lalu,” kenangnya.
Sementara itu, Aniza Azhara, salah satu kerabat korban lainnya, menyebut bahwa beberapa hari sebelum kejadian, keluarga sempat mengajak Akbar untuk berkunjung ke Lampung.
Namun saat itu korban menolak dengan alasan sedang sibuk melaut karena banyak ikan.
“Sempat diajak main ke Lampung, tapi dia bilang sedang banyak ikan, jadi nggak bisa,” ucapnya.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil resmi identifikasi dari kepolisian terkait jasad pria tanpa kepala yang ditemukan di perairan Pantai Limau tersebut.
Sebelumnya diberitakan, aebuah keluarga asal Cilincing, Jakarta Utara, meyakini kuat bahwa jenazah tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Limau, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, adalah anak mereka, Akbar Tanjung (24).
Keyakinan keluarga asal Jalan Kalibaru Timur RT 13 RW 13, Cilincing, Jakarta Utara muncul setelah mereka mengenali pakaian yang ditemukan pada jenazah, terutama celana pendek yang disebut merupakan pemberian langsung dari orang tuanya.
“Celana pendek itu pemberian saya. Saya yakin betul itu milik anak saya,” kata Abu Umaya, ayah korban, saat ditemui di Polres Tanggamus.
Menurut keluarga, Akbar Tanjung yang berprofesi sebagai pembeli ikan di perairan menggunakan perahu motor, terakhir kali bekerja pada 2 Juli 2025.
Abu Umaya sempat berkomunikasi dengan keluarganya terakhir kali pada 6 Juli 2025 sekitar pukul 17.56 WIB.
Saat itu Akbar menanyakan kabar keluarga sebelum berangkat melaut ke perairan sekitar Pulau Bidadari dan Pulau Kelor, DKI Jakarta.
Setelah dinyatakan hilang, pencarian dilakukan selama 12 hari oleh tim Basarnas di perairan Jakarta, namun hasilnya nihil.
Pihak keluarga kemudian mengetahui informasi penemuan mayat dari berita yang dikirim oleh kerabat.
“Karena ciri-ciri pakaiannya sama, kami memutuskan datang ke Polres Tanggamus,” tegasnya. (Herdi)







