Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menuai apresiasi dan antusiasme dari para pelajar dan tenaga pendidik.
Salah satunya datang dari SMP Negeri 3 Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang menjadi salah satu sekolah penerima manfaat program unggulan tersebut.
Sejumlah siswa terlihat antusias saat menerima dan menyantap hidangan bergizi yang disediakan. Muhammad Adi Rohman, pelajar kelas VIII SMPN 3 Pugung, mengaku senang dan menyukai menu makanan yang disajikan dalam program MBG tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Enak makannya, menunya ayam goreng, tumis buncis, wortel, tahu, dan buah jeruk manis,” ujarnya dengan penuh semangat usai jam istirahat makan siang dengan menu penyaluran MBG Perdana SPPG Pugung, Senin 4 Agustus 2025.
Tak hanya dari kalangan siswa, apresiasi juga datang dari Kepala SMPN 3 Pugung, Solchan. Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan proses belajar-mengajar di sekolah, terlebih dengan jadwal belajar siswa yang cukup padat hingga sore hari.
“Program ini sangat membantu siswa-siswi kami, apalagi sekolah berlangsung hingga pukul 14.30 WIB. Ini bisa menjadi pengganti bekal makanan dari rumah, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas,” pungkas Solchan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran program MBG bukan hanya sebatas penyediaan makan siang, tetapi juga bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas.
Sebagai bagian dari kebijakan nasional, program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk memberikan dukungan gizi merata bagi seluruh pelajar di Indonesia. Langkah ini merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang negara dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sejak usia sekolah.
Dengan adanya program ini, banyak pihak berharap bahwa tantangan-tantangan pendidikan seperti ketimpangan gizi, konsentrasi belajar yang menurun akibat kelaparan, hingga angka putus sekolah dapat ditekan secara signifikan.
Implementasi program MBG juga menunjukkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pendidikan, yang sama-sama berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda Indonesia. (Asrul Ariski)







