Prioritastv.com, Bandar Lampung – PT KAI memberikan keterangan terkait kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Babaranjang dengan sebuah sepeda motor terjadi di Bandar Lampung pada Sabtu (23/8/2025) pagi sekitar pukul 06.10 WIB.
Manager Humas Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan insiden ini terjadi di perlintasan resmi JPL No 6 KM 11+9/0 Emplasemen Stasiun Tanjungkarang, tepatnya di Jalan Pemuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bermula KA Babaranjang dengan nomor perjalanan 4045 berangkat dari Stasiun Tanjungkarang menuju arah Blok Pos Garuntang.
Saat melintas, kereta tertemper sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BE 4041 YD.
“Kendaraan tersebut melawan arus dari arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Raden Intan dan nekat menerobos perlintasan resmi, padahal pintu perlintasan sudah tertutup sempurna,” kata Zaki.
Menurutnya, kronologi pengendara menerobos perlintasan dengan melawan arah di jalur yang sudah terdapat separator pemisah.
Tidak lama kemudian, terdengar Semboyan 35 dari masinis KA 4045 sebagai tanda peringatan. Namun kecelakaan tidak bisa dihindarkan dan motor pun tertemper lokomotif.
Akibat benturan, pengendara sepeda motor terpental sejauh sekitar 6 meter ke tengah jalur rel, sementara kendaraannya terseret hingga 300 meter dari titik kejadian.
KA 4045 kemudian melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di KM 11+6 untuk proses evakuasi kendaraan yang tersangkut.
“Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek, Bandar Lampung,” ujarnya.
Atas kejadian ini, PT KAI Divre IV Tanjungkarang kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan ketika melintas di perlintasan sebidang.
“Kami meminta kepada seluruh pengguna jalan raya, baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Karena kereta api memiliki karakteristik yang tidak bisa berhenti mendadak,” tegas Zaki.
Diketahui, akibat kejadian itu, seorang pengendara motor bernama Amran Dawiri (60), warga Kelurahan Pasir Gintung, Tanjung Karang Barat, tewas seketika dengan kondisi memprihantikan. (Putra)







