Prioritastv.com, Bandar Lampung – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung menerjunkan 4 mobil Damkar dengan 16 personil di lokasi kebakaran di Jalan Ki Agus Anang, Kelurahan Ketapang Kuala, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Selasa (26/8/2025) siang.
Rumah yang terbakar dihuni oleh satu keluarga, yakni, Solihin (60), buruh rongsok, Reni (50), ibu rumah tangga, Vani (21), anak pertama, Adit (17), anak kedua, pekerja steam mobil, Anisa (15), anak ketiga, pelajar SMA dan Raisa (7), anak keempat, pelajar SD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di dalam rumah saat kejadian, Solihin bersama istri dan anak bungsunya, Raisa, masih berada di lokasi. Beruntung, mereka berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Namun, api melalap berbagai perabot rumah tangga, barang-barang rongsokan, serta satu unit motor Spin tahun 2008 milik tetangga bernama Alex. Total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthony Irawan mengatakan setelah laporan masuk, timnya langsung bergerak.
“Dalam tiga menit unit pertama sudah sampai di lokasi. Alhamdulillah api bisa segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lain,” kata Anthony Irawan kepada Media Prioritastv.com.
Anthony menjelaskan, berdasarkan laporan resmi Mako Tendean, kebakaran dilaporkan pertama kali pada pukul 11.33 WIB.
Hanya berselang satu menit, dua unit mobil damkar dari Pos Siaga Panjang dan Pos Siaga Bumi Waras langsung bergerak.
Dua unit suplai tambahan dari Mako Tendean dan Pos Teluk Betung Utara menyusul beberapa menit kemudian.
Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 11.36 WIB, dengan catatan response time tiga menit.
“Sebanyak 16 personel damkar terlibat dalam upaya pemadaman, menggunakan lima tangki air hingga api benar-benar padam,” jelasnya.
Disebutkannya, menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah milik Solihin (60), seorang buruh rongsok.
Saat itu, istrinya tengah memasak menggunakan tungku lalu pergi ke depan rumah.
“Dugaan sementara, api dari tungku menyambar tumpukan barang-barang rongsok berupa plastik dan kardus yang disimpan di dapur, sehingga api cepat membesar dan menjalar ke hampir seluruh rumah berukuran 6 x 9 meter tersebut,” ungkapnya.
Anthony juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika meninggalkan aktivitas memasak.
“Kami imbau warga tidak meninggalkan tungku atau kompor dalam keadaan menyala. Selain itu, barang-barang mudah terbakar seperti plastik dan kardus sebaiknya jangan disimpan di dalam rumah. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa,” tandasnya. (Putra)







