Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, menyebut akan segera turun meninjau langsung kondisi jembatan gantung Sindaur Balak yang menghubungkan Pekon Tampang Muda dan Pekon Tampang Tua, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus.
Hal itu disampaikan Bupati merespon viralnya video jembatan yang membentang di atas Sungai Sindaur Balak itu diketahui telah mengalami kerusakan parah sejak tiga tahun terakhir.
“Segera kita turunkan tim untuk melihat kondisi lapangan,” kata Bupati Tanggamus saat dikonfirmasi usai apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 di Lapangan setempat, Rabu (27/8/2025) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Moh. Saleh Asnawi memastikan bahwa pemerintah daerah akan terlebih dahulu mengecek status kewenangan jembatan tersebut, apakah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Tanggamus atau Pemerintah Provinsi Lampung.
“Kita pastikan dulu jembatan ini kewenangan Kabupaten atau Provinsi.
Kalau memang ranah Kabupaten, tentu kita upayakan langkah percepatan agar akses masyarakat segera teratasi,” tegasnya.
Respon cepat Bupati Tanggamus pun menjadi harapan baru bagi masyarakat Pematang Sawa agar akses utama mereka segera diperbaiki demi menunjang pendidikan dan aktivitas ekonomi.
Sebelumnya, informasi kerusakan jembatan Sindaur Balak mencuat usai viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat, terlihat kondisi jembatan hanya menyisakan seling baja yang membentang di antara tiang penyangga, tanpa lantai pijakan yang layak untuk dilalui.
Seseorang dalam video tersebut menyampaikan bahwa jembatan ini sangat vital bagi masyarakat karena menjadi akses utama menuju fasilitas pendidikan, yakni SMA Negeri 1 Pematang Sawa dan SMP Negeri 2 Pematang Sawa.
“Kami dari ujung Selatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menyampaikan aspirasi. Kami berada di jembatan Pekon Tampang Muda. Jembatan ini sangat prioritas sekali. Di depan sana sekitar 10 meter adalah SMA 1 Pematang Sawa, dan diseberangnya adalah SMPN 2 Pematang Sawa,” kata sang perekam video.
Kerusakan yang dibiarkan bertahun-tahun ini dinilai membahayakan keselamatan warga sekaligus menghambat mobilitas, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. (Herdi)







