Prioritastv.com, Lampung – Dunia pendidikan Lampung kembali diguncang tragedi. Seorang siswa SMP Negeri 12 Krui berinisial JS (13) meregang nyawa setelah ditusuk menggunakan gunting oleh teman sekelasnya.
Kasus ini langsung mendapat perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang menilai pengawasan di sekolah perlu diperketat.
Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amrico, menyebut peristiwa berdarah tersebut sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, guru Bimbingan Konseling (BK), satuan tugas anti-perundungan, hingga peran orang tua dan tokoh agama harus dioptimalkan agar kasus serupa tidak terulang.
Thomas menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat pendidikan karakter, literasi digital, serta pembinaan OSIS sebagai langkah pencegahan aksi kekerasan antar siswa.
“Pencegahan perundungan bukan hanya tugas sekolah, tapi kerja bersama semua pihak,” tegasnya, Selasa (30/9/2025).
Diketahui, insiden ini terjadi pada Senin (29/9/2025) ketika korban JS dan pelaku SR terlibat perkelahian.
Korban sempat memukul kepala pelaku hingga membuat SR emosi lalu mengambil gunting dari laci meja dan menikam korban hingga tersungkur bersimbah darah.
Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Biha, nyawa JS tidak tertolong. Polisi bergerak cepat mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa gunting, baju, dan tas korban.
Saat ini kasus masih ditangani Polres Pesisir Barat untuk penyelidikan lebih lanjut. (Erwin)







