Prioritastv.com, Mesuji, Lampung – Sebuah kisah memilukan datang dari Kabupaten Mesuji, Lampung. Seorang bocah berusia 6 tahun berinisial S ditemukan warga dalam kondisi kaki terantai di dalam rumahnya di kawasan Pemukiman Karya Tani, Register 45, Kecamatan Mesuji Timur.
Video dan foto kejadian itu sempat viral di media sosial dan menuai beragam reaksi warganet. Banyak yang mengira bocah tersebut menjadi korban kekerasan. Namun, hasil penyelidikan polisi mengungkap fakta lain di balik kejadian ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Reskrim Polres Mesuji, AKP Muhammad Prenanta Al Ghazali menjelaskan bahwa tindakan orang tua korban dilakukan bukan karena kekerasan, melainkan karena keterpaksaan dan kekhawatiran.
“Orang tuanya terpaksa melakukan itu karena harus membawa anaknya yang lain, usia dua tahun, untuk kontrol ke RS Harapan Bunda Lampung Tengah. Anak itu menderita kelainan jantung dan bibir sumbing,” jelas AKP Prenanta mewakili Kapolres Mesuji, AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.I.K., M.H., Senin (20/10/2025).
Kasat menyebut, karena kendaraan yang digunakan hanya sepeda motor yakni Yamaha Vixion, orang tua korban tidak bisa membawa kedua anak sekaligus. Mereka juga khawatir jika S ditinggal, ia akan bermain ke sungai yang berada di belakang rumah.
“Korban ini anaknya aktif, jadi orang tua berinisiatif membatasi geraknya dengan rantai, sambil ditinggalkan makanan dan minuman,” tambahnya.
Kasat menyebut, orang tua korban berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB dan kembali pukul 11.00 WIB. Namun, sekitar pukul 10.30 WIB, warga yang mengetahui kondisi tersebut langsung mendobrak pintu dan melepaskan anak tersebut dari rantai.
Kini ayah tiri korban telah diamankan di Mapolres Mesuji, sementara ibunya dipulangkan karena harus menjaga anak bungsunya yang sakit.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PPA dan Dinas Sosial Mesuji untuk melakukan pendampingan terhadap korban,” kata Kasat.
Rencananya, korban akan menjalani pemeriksaan psikologi bersama Dinas PPA Provinsi Lampung. Hasil awal menunjukkan, kondisi bocah tersebut dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik sebuah tindakan yang tampak kejam, terkadang tersembunyi kisah keterpaksaan dan kesulitan hidup yang tak banyak diketahui orang. (Erwin)










