Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat malam, 7 November 2025.
Fenomena pasang air laut ini dirasakan warga di kawasan Kapuran, Pasar Madang, hingga Dermaga Kota Agung, bahkan meluas ke wilayah Pekon Way Nipah, Kecamatan Pematang Sawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di Dermaga 2 Kota Agung menunjukkan gelombang tinggi menyebabkan air laut meluap hingga ke lapangan dermaga. Meski air terus naik, masyarakat tetap ramai menyaksikan terjangan ombak dari tepi kawasan pelabuhan.
Sementara itu, di wilayah Kapuran, terjangan ombak justru menimbulkan kerusakan cukup parah. Ketua RT setempat, Sahroni, mengatakan sedikitnya lima rumah mengalami rusak berat akibat hantaman gelombang tinggi.
“Ada lima rumah yang rusak berat, satu di antaranya hilang terseret ombak, dan empat lainnya rusak parah,” kata Sahroni.
Juli, warga Pekon Way Nipah, yang rumahnya turut terdampak mengatakan air laut pasang masuk ke pemukiman dan merusak beberapa rumah menyebabkan sekitar 15 rumah serta kantor pekon terdampak, sebagian mengalami rusak ringan akibat terjangan ombak besar.
“Ada sekitar lima belas rumah berikut kantor pekon yang kena dampak ombak air laut, termasuk rumah kami. Kami berharap pemerintah segera membantu warga di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapan siagan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, mewakili Kalak BPBD Irvan Wahyudi, menjelaskan pihaknya masih melakukan pendataan dampak gelombang tinggi di wilayah pesisir Tanggamus.
“BPBD masih mendata kerusakan akibat gelombang tinggi yang terjadi di sembilan kecamatan pesisir. Dari hasil sementara, ada kerusakan rumah warga di beberapa kecamatan seperti Kota Agung dan Pematang Sawa,” ujar Hendarman.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat di wilayah pesisir agar tetap waspada namun tetap tenang menghadapi situasi ini,” pesannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Warga pesisir diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan menghindari aktivitas di sekitar bibir pantai saat air laut pasang. (Herdi)







