Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus H. Tahang bersama Lurah Pasar Madang, Mega Sari, bergerak cepat meninjau lokasi dan menemui warga terdampak banjir rob yang terjadi di lingkungan Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Jumat malam (7/11/2025).
Anggota DPRD Tanggamus H. Tahang menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial untuk memastikan kondisi warga yang terdampak.
“Hari ini kami bersama BPBD, Lurah Pasar Madang, dan Dinas Perikanan meninjau langsung rumah-rumah warga yang terkena ombak besar di RT 14 Kapuran. Ada sekitar enam rumah yang rusak akibat terjangan ombak,” kata Tahang kepada Media Prioritastv.com, Sabtu 8 November 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, pihaknya juga mendengarkan langsung keluhan warga terkait kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, dan tempat penyimpanan barang-barang yang rusak akibat banjir rob.
“Langkah kami saat ini mendata warga terdampak, bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Perikanan untuk membantu proses pengungsian sambil memperbaiki tanggul di tepi laut,” tambahnya.
Lurah Pasar Madang Mega Sari mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait telah turun langsung membantu warga serta melakukan langkah tindak lanjut dengan pemerintah daerah.
“Kami bersama BPBD dan Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus menindaklanjuti untuk mengajukan proposal ke BPBD dan Dinas PU agar pembangunan tanggul pemecah ombak segera direalisasikan. Harapannya, keluarga nelayan yang tinggal di pinggir pantai tidak lagi khawatir banjir rob terjadi kembali,” ujar Mega Sari.
Mega menambahkan, pihaknya bersama masyarakat Kapuran sangat berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar pembangunan tanggul pemecah ombak bisa segera direalisasikan sebagai langkah antisipasi bencana.
Diketahui, peristiwa banjir rob yang terjadi Jumat 7 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB tersebut disebabkan ombak besar dan pasang air laut, yang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak dan ratusan lainnya terdampak.
Berdasarkan data sementara, terdapat 6 rumah rusak berat, 13 rumah rusak ringan, dan sekitar 115 rumah terdampak. Sebanyak 115 jiwa dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pantauan di lokasi, hingga Sabtu (8/11/2025) siang, air laut mulai surut. Namun sebagian warga masih bertahan di tempat pengungsian sambil membersihkan rumah dan memperbaiki kerusakan akibat terjangan air laut. (Herdi)







