Prioritastv.com, Jakarta – Paska gangguan besar pada layanan Cloudflare kembali mengguncang dunia digital pada Selasa pagi waktu Amerika Serikat yang menyebabkan berbagai platform global hingga layanan nasional tidak dapat diakses, dan sempat memicu keresahan pengguna internet di banyak negara. Namun, kondisi tersebut kini telah berangsur pulih dan layanan dilaporkan sudah kembali normal.
Informasi yang diterima, perusahaan infrastruktur internet tersebut mengalami masalah serius sekitar pukul 06.20 pagi waktu setempat atau Selasa 18 November 2025 pukul 21.20 WIB setelah mendeteksi lonjakan lalu lintas tidak biasa pada salah satu sistemnya.
Lonjakan tersebut memicu kesalahan jaringan yang membuat sebagian besar trafik internet yang melewati Cloudflare mengalami error.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah layanan besar ikut terdampak, termasuk ChatGPT milik OpenAI, platform e-commerce Shopify, serta media sosial X milik Elon Musk. Di Indonesia, beberapa layanan nasional seperti BMKG juga sempat tidak dapat diakses.
Mengutip The Independent, Cloudflare dalam pernyataan resminya menyebut seluruh tim teknis langsung bekerja penuh untuk memulihkan layanan.
Pada pembaruan status yang dirilis pukul 08.35 pagi, perusahaan menegaskan upaya pemulihan dilakukan agar seluruh trafik kembali berjalan normal tanpa hambatan.
Cloudflare saat ini menjadi salah satu fondasi penting internet global, digunakan oleh sekitar 20 persen situs web di dunia.
Selain mengoptimalkan performa jaringan, Cloudflare juga berfungsi sebagai perisai dari serangan DDoS yang bertujuan membanjiri sistem dengan trafik palsu agar layanan lumpuh.
Dampak insiden ini juga merembet ke pasar saham. Harga saham Cloudflare dilaporkan turun lebih dari 5 persen dalam perdagangan pra-pasar, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas layanan perusahaan.
Gangguan Cloudflare menambah daftar panjang insiden besar yang melanda layanan digital global dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober 2025, Amazon Web Services (AWS) mengalami gangguan sehari penuh yang melumpuhkan banyak layanan daring.
Di bulan yang sama, Microsoft Azure dan Microsoft 365 juga mengalami kendala besar. Sementara pada Juli 2024, kesalahan pembaruan perangkat lunak CrowdStrike menyebabkan kekacauan global, mulai dari penerbangan tertunda hingga gangguan layanan kesehatan.
Rangkaian gangguan ini menunjukkan bagaimana ekosistem digital global masih sangat bergantung pada sedikit penyedia infrastruktur utama.
Ketika satu pemain besar mengalami gangguan, efeknya langsung terasa di berbagai sektor mulai dari komunikasi, perdagangan, layanan publik, hingga aktivitas harian pengguna internet.
Sejauh ini, Cloudflare menyatakan layanan telah kembali stabil dan pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan susulan. Jutaan pengguna di seluruh dunia kini dapat kembali mengakses layanan yang sebelumnya terdampak. (Ubay)







