Prioritastv.com, Tanggamus – Kepala Pekon (Kakon) Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Amin Jasuta, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan di kebun pisang Kampung Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, merupakan warganya. Korban diketahui bernama Danu Warta Saputra (21), seorang pemuda perantau yang bekerja di Tangerang.
“Masih keluarga, tadi pukul 12.10 WIB mayatnya sampai ke rumah duka dari Tangerang setelah otopsi disana. Alhamdulillah kami benar-benar dibantu oleh Polresta Tangerang. Baru beres dimakamkan tadi pukul 14.30 WIB di TPU Sinar Banten,” kata Amin Jasuta saat dikonfirmasi Media Prioritastv.com, Kamis 20 November 2025, sore.
Amin menjelaskan, korban merupakan anak yang menjadi tulang punggung keluarga, termasuk membiayai adik-adiknya yang masih sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Danu bekerja di PT Global di Tangerang pada bagian produksi bahan pembuatan. Ia sudah merantau di Tangerang sekitar dua tahun dan bekerja berpindah-pindah, dengan pekerjaan terakhir yang dijalani lebih dari enam bulan lebih.
BACA JUGA :
Polresta Tangerang Serahkan Jenazah Pemuda Tanggamus, Luka Terbuka di Leher Indikasi Kekerasan.
“Korban anak yatim, tulang punggung keluarga. Adik-adiknya masih sekolah dan selama ini dia yang membiayai,” ungkapnya.
Amin juga menyebut adanya sejumlah kejanggalan saat jasad ditemukan. Menurutnya, korban diketahui membawa sepeda motor, namun kendaraan tersebut tidak ditemukan hingga kini. Selain itu, kepala korban dalam kondisi dibungkus plastik saat ditemukan oleh warga.
“Motornya tidak ada, dan kepala korban dibungkus. Jadi kami menduga korban dibunuh. Harapan keluarga, kasus ini cepat terungkap,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan warga Kampung Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas yang dibungkus plastik hitam, Selasa (18/11/2025). Polisi menduga korban sudah meninggal sekitar satu pekan sebelum ditemukan.
BACA JUGA :
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan, kondisi mayat yang sudah membusuk membuat identifikasi awal berjalan sulit.
Korban diperkirakan sudah meninggal enam sampai tujuh hari. Dan saat dicoba memeriksa sidik jari, tetapi hasilnya tidak karena kondisi jenazah sudah rusak.
Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyebut hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (Herdi/Ubay)







