Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi sektor perkebunan dan perikanan dengan mewajibkan investor yang masuk untuk membangun pabrik pengolahan bahan mentah menjadi produk siap saji. Langkah ini dilakukan agar nilai tambah dari komoditas lokal dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, terutama petani dan nelayan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega mewakili Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnwi mengatakan, program hilirisasi tersebut mencakup berbagai komoditas unggulan, mulai dari umbi-umbian, kopi, kelapa, hingga hasil perikanan laut dan darat.
“Pemkab Tanggamus menyiapkan sejumlah lokasi yang dinilai strategis untuk pembangunan sentra pabrik. Rencana tempat pabrik kopi di Kedaloman, Kecamatan Gunung Alif,” kata Hendra Wijaya kepada Prioritastv.com, Jumat 21 November 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hendra menjelaskan, selain kopi, beberapa kecamatan lain juga disiapkan menjadi kawasan budidaya dan pengolahan umbi-umbian yakni Kecamatan Sumber Rejo, Gisting, dan Pulau Panggung yang memiliki lahan tegalan serta ladang yang luas sehingga sangat ideal untuk pengembangan industri berbasis umbi-umbian.
“Termasuk empat kecamatan akan masuk dalam investasi umbi-umbian yang akan ditanam di Tanggamus,” jelasnya.
Disebutkannya, di sektor perikanan, Tanggamus memiliki dua potensi besar yaitu perikanan laut dan perikanan darat. Untuk ikan air asin, daerah ini tercatat memiliki sembilan kecamatan pesisir yang produksinya pun sangat melimpah.
“Potensi laut Tanggamus luar biasa, sampai 45 ribu ton ikan asin per tahun dihasilkan,” beber Hendra.
Sementara itu, untuk perikanan air tawar, Kecamatan Pugung menjadi salah satu sentra unggulan. “Dari Pekon Way Jaha sampai Rantau Tijang itu sentral kolam ikan air tawar,” ujarnya.
Hendra menegaskan bahwa Pemkab Tanggamus membuka diri terhadap semua investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
“Investor bisa dari luar daerah maupun luar negeri, misalnya dari China atau darimana saja. Tapi bukan hanya menikmati hasilnya — investor harus mau membangun pabriknya juga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, fokus hilirisasi Bupati Tanggamus juga menargetkan komoditas kelapa. Kelapa tidak lagi dijual keluar daerah dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi berbagai produk turunannya.
“Kelapa bisa diolah menjadi banyak produk, seperti santan, VCO, tepung kelapa, dan berbagai produk turunannya. Bukan lagi keluar hanya dalam bentuk kelapa,” tutup Hendra Wijaya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus sedang melakukan penjajakan intensif untuk menggali potensi jaringan investasi yang lebih luas demi merealisasikan program hilirisasi tersebut. (Herdi)







