Bocah Alvaro Hilang 8 Bulan di Pesanggrahan Ditemukan Tewas di Kali Cilalay Bogor, Keluarga Syok Pelaku Diduga Ayah Tiri Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 02:24

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto ilustrasi pembunuhan dan Bocah Alvaro Kiano Nugroho yang dikabarkan hilang 8 bulan terakhir | warga/Media Prioritastv.com.

Kolase foto ilustrasi pembunuhan dan Bocah Alvaro Kiano Nugroho yang dikabarkan hilang 8 bulan terakhir | warga/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Jakarta – Setelah delapan bulan penuh kebingungan dan pencarian tanpa henti, misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap dengan akhir yang tragis.

Alvaro ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Minggu (23/11/2025).

Kabar duka itu disampaikan langsung pihak kepolisian kepada keluarga, meninggalkan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tugimin, kakek kandung Alvaro yang selama ini menjadi sosok utama dalam pencarian, tak mampu menahan duka saat menerima informasi tersebut.

“Saya diberikan kabar bahwa Alvaro sudah ditemukan namun sudah almarhum, ditemukan di Kali Cilalay daerah Tenjo,” tuturnya dengan suara bergetar.

Keluarga Terpukul, Dugaan Pelaku Ayah Tiri yang Kini Disebut Ikut Meninggal

Duka keluarga semakin dalam setelah Tugimin mengungkapkan bahwa terduga pelaku dalam hilangnya Alvaro adalah ayah tirinya sendiri, bernama Alex Iskandar.

“Alvaro belum punya dosa, kok dijadikan korban? Itu yang sangat disesalkan. Sehingga akhirnya diketemukan dan diinterogasi diajak ke Tenjo, mungkin untuk menemukan tempatnya,” katanya.

Tugimin menyebut Alex dikabarkan meninggal dunia diduga bunuh diri saat berada di Polres Jakarta Selatan.

“Ya pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya, ayah tirinya dan bahkan sekarang udah bunuh diri atau meninggal, gitu. (Ayahnya bunuh diri) di Polres Jakarta Selatan, (bernama) Alex Iskandar,” kata Tugimin kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) malam.

Tugimin mengaku sangat kaget karena selama ini Alex tampak baik dan selalu bersikap sopan ketika datang ke rumah keluarga.

“Sebetulnya orangnya baik ya, orangnya kalau menurut saya baik tadinya ya, baik. Kalau datang ke sini sopan, cium tangan, segala macam. Tapi pada kenyataannya justru seperti ini. Dia malah melakukan hal-hal yang mencederai keluarga saya,” ucapnya dengan nada kecewa.

Kabar kematian Alex memperkuat dugaan bahwa pelaku telah lebih dulu mengarahkan polisi ke lokasi ditemukannya jasad Alvaro, meski hingga kini pihak kepolisian belum merilis keterangan resmi terkait status hukum Alex maupun penyebab kematiannya.

Sementara itu, jenazah Alvaro masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Keluarga belum dapat membawa pulang jenazah karena pemeriksaan masih berjalan.

“Sekarang masih ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sampai sekarang ini belum bisa dikembalikan ke rumah sini. Jadi masih di sana, diautopsi barangkali seperti itu,” jelas Tugimin.

Tugimin juga menyampaikan bahwa ibu kandung Alvaro saat ini berada di Medan dan sedang berupaya pulang ke Jakarta. Namun ia belum dapat terbang karena terkendala tiket.

“Saat ini ibu Alvaro itu berada di Medan dan tadi rencananya mau pulang, tapi belum bisa dapat tiket. Hanya mungkin besok baru bisa berangkat ke Jakarta,” tuturnya.

Polisi Amankan Satu Tersangka, Identitas Belum Diungkap

Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, memastikan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang tersangka setelah ditemukannya jasad yang diduga kuat adalah Alvaro.

“Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan,” ujarnya.

Meski begitu, polisi belum membuka identitas tersangka kepada publik. Saat ini penyidik menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik untuk memastikan identitas kerangka yang ditemukan di Kali Cilalay.

Polisi juga masih mendalami peran tersangka serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Sebelumnya, polisi menemukan kerangka manusia yang diduga milik Alvaro, dan temuan itu menjadi pintu masuk pengungkapan kasus. Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami kronologi lengkap sejak hari hilangnya Alvaro.

Kronologi Hilangnya Alvaro: Pria Mengaku Ayah Datang ke Masjid

Alvaro dinyatakan hilang pada Kamis, 6 Maret 2025. Bocah ini terakhir terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan. Keterangan marbut menyebutkan adanya seorang pria yang datang ke masjid dan mengaku sebagai ayah Alvaro.

Pria itu sempat ditunjukkan ke lokasi keberadaan Alvaro oleh marbut. Namun setelah itu, marbut tidak lagi memperhatikan gerak-gerik pria tersebut karena harus mempersiapkan waktu berbuka puasa dan shalat Magrib.

Usai Magrib, bocah itu tidak kunjung kembali ke rumah. Meski awalnya tidak panik, Tugimin akhirnya merasa janggal ketika waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB.

“Saya sadar untuk mencari itu jam 21.30 WIB. ‘Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?’. Saya bilang kayak begitu,” ujarnya.

Ia menyusuri masjid, jalan sekitar, hingga menemui teman-teman bermain Alvaro. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi dan turut mencari ke alamat lama keluarga ayah kandung Alvaro. Namun mereka sudah pindah rumah.

Lebih jauh, kondisi keluarga Alvaro memang cukup kompleks. Ayah kandungnya sedang menjalani hukuman kasus narkoba di Lapas Cipinang, sementara ibunya bekerja di Malaysia dan telah menikah kembali.

“Ibu sama bapaknya itu sudah pisah dan ibunya sudah punya suami lagi. Secara resmi menikah di KUA Kecamatan Pesanggrahan,” tutur Tugimin.

Keluarga berharap polisi dapat segera memastikan identitas jenazah serta mengungkap motif di balik tindakan pelaku yang menyebabkan hilangnya Alvaro selama delapan bulan.

Kasus ini menyita perhatian publik karena panjangnya waktu pencarian dan dugaan keterlibatan orang dekat dalam hilangnya sang bocah. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk membuka seluruh fakta yang sebenarnya. (Ubay)

Berita Terkait

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Kapal KMP Batumandi Terbakar Saat Hendak Sandar di Pelabuhan Merak, Seluruh Penumpang Dievakuasi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:40

Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api

Berita Terbaru