Motif Dendam Dipicu Dugaan Selingkuh, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap Pembunuhan Alvaro oleh Ayah Tiri

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 02:03

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat konferensi pers, Senin 24 November 2025.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat konferensi pers, Senin 24 November 2025.

Prioritastv.com, Jakarta – Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho sejak 6 Maret 2025 akhirnya terungkap setelah delapan bulan penyelidikan panjang.

Polisi memastikan ayah tiri korban berinisial AI (Alexander Irawan) sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan. Temuan kerangka manusia di Tenjo, Bogor, pada 23 November 2025, semakin menguatkan dugaan bahwa jasad tersebut adalah Alvaro.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menyebut, meski kerangka telah ditemukan, identitas Alvaro tetap menunggu hasil tes DNA yang saat ini masih diproses. Ibu korban, Arumi, telah pulang dari Malaysia untuk menjalani pemeriksaan DNA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Motif Dendam Terhadap Istri yang Diduga Selingkuh

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa motif utama pelaku adalah dendam terhadap istrinya, ibu kandung Alvaro. Dari hasil komunikasi dan percakapan yang ditemukan, polisi mendapati adanya dugaan perselingkuhan yang memicu pelaku menyimpan kemarahan.

“Motifnya yaitu ada dendam pribadi dengan istrinya. Istrinya bekerja di luar negeri, dan dari hasil chat muncul dugaan perselingkuhan,” jelas Ardian dalam konferensi pers di Mapolres Jaksel, Senin (24/11/2025).

Ardian menegaskan bahwa dendam tersebut diarahkan kepada anak tiri sang istri, yaitu Alvaro.

“Nah di situ ada motif tersendiri terhadap tersangka untuk melakukan pembunuhan itu terhadap anak, karena anak ini ialah anak tiri dari tersangka,” tambahnya.

Kronologi: Dijemput dari Masjid, Tangis Tak Berhenti, hingga Akhir Tragis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memaparkan detail pengakuan pelaku sebelum akhirnya AI ditemukan tewas bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jaksel.

Pelaku mengakui bahwa ia menculik Alvaro dari masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, pada 6 Maret 2025. Saat itu, Alvaro izin kepada keluarganya untuk pergi ke masjid dan tidak pernah kembali.

“Hal ini diakui oleh tersangka, melakukan penculikan terhadap ananda AKN sampai dengan membawa korban dari masjid,” kata Budi.

Dalam perjalanan, Alvaro menangis tanpa henti mencari keluarganya. Pelaku yang emosional kemudian membekap mulut Alvaro hingga bocah itu meninggal dunia.

“Korban dibawa dalam kondisi menangis yang tidak berhenti sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” jelas Budi.

Setelah memastikan korban meninggal, pelaku membungkus jasad Alvaro menggunakan plastik hitam. Pada 9 Maret 2025 malam, jasad itu dibuang di daerah Jembatan Cilalai, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Pemindahan jenazah itu dilakukan dengan bantuan seseorang berinisial G, yang menurut polisi tidak mengetahui bahwa yang dibungkus adalah tubuh manusia.

“Saksi G diajak mengambil plastik, dan tersangka menyampaikan isinya bangkai anjing. G tidak mengeceknya,” kata Ardian.

Dengan bantuan unit K-9 Mabes Polri, polisi akhirnya menemukan kerangka manusia yang diduga Alvaro.

Kasus ini menyita perhatian publik selama berbulan-bulan dan menjadi salah satu penyelidikan paling kompleks Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi memastikan proses penyidikan dilakukan transparan dan terverifikasi, termasuk memeriksa saksi-saksi dari keluarga, lingkungan, hingga ayah kandung Alvaro yang berada di Lapas Cipinang.

Polisi kini menunggu hasil DNA dan pemeriksaan Labfor untuk memastikan identitas kerangka tersebut. (Ubay)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru