Prioritastv.com, Hongkong – Kebakaran hebat yang melanda kompleks hunian Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Rabu (26/11/2025), menewaskan sedikitnya 44 orang dan membuat 279 penghuni masih dinyatakan hilang.
Api menjalar cepat ke delapan menara apartemen, menjadikannya salah satu kebakaran paling mematikan dalam puluhan tahun terakhir di Hong Kong.
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, dalam pernyataannya mengungkapkan skala tragedi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak 279 orang lainnya masih hilang, sementara 29 orang dirawat di rumah sakit, tujuh di antaranya dalam kondisi kritis,” ujarnya dalam konferensi pers resmi.
Ia menambahkan bahwa dari tujuh blok yang terdampak, “tiga tampak gelap dari luar dan empat lainnya menunjukkan tanda-tanda kebakaran pada tingkat yang berbeda,” jelasnya.
Menurut penyelidikan awal, api dipicu dari bagian luar gedung yang sedang direnovasi. Perancah bambu serta material pelindung yang mudah terbakar membuat kobaran api merambat cepat ke lantai atas, memotong jalur evakuasi dan memerangkap banyak penghuni.
Perwakilan dari Fire Services Department mengatakan bahwa kebakaran ini menunjukkan lemahnya standar keamanan material pada proyek renovasi.
Petugas menyebut penyebaran api sangat cepat akibat material eksternal yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Upaya penyelamatan berlangsung sepanjang malam. Petugas pemadam menghadapi suhu tinggi, puing jatuh, serta asap pekat yang menyulitkan akses ke unit-unit hunian. Tim masih melakukan penyisiran untuk mencari korban yang dikhawatirkan terjebak di lantai atas.
Polisi Hong Kong telah menangkap tiga orang, yakni dua direktur perusahaan konstruksi dan seorang konsultan, atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian (manslaughter).
Ketiganya diduga terkait penggunaan material dan prosedur renovasi yang tidak aman sehingga memperburuk penyebaran api.
Pemerintah telah membuka pusat penampungan sementara bagi ribuan warga yang dievakuasi. Penyelidikan menyeluruh kini difokuskan pada kepatuhan proyek renovasi terhadap standar keselamatan dan kemungkinan adanya pelanggaran serius dalam penggunaan material bangunan.
Tragedi di Wang Fuk Court memicu seruan luas agar pemerintah memperketat regulasi renovasi gedung bertingkat, terutama di kawasan padat penduduk yang mengandalkan struktur bangunan lama.
Penulis : Kontributor Hongkong Fitriasari.
Editor : Davit Segara.







