Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Pringsewu sejak lama mengeluhkan ketiadaan jembatan penghubung yang membuat aktivitas mereka terhambat.
Salah satunya dialami warga Pekon Banjarrejo Kecamatan Banyumas, yang setiap hari harus menyeberangi sungai menggunakan perahu rakit hanya untuk pulang pergi beraktivitas.
Isma, warga Banjarrejo, menuturkan bahwa dirinya bersama warga lain harus membayar biaya rakit sebesar Rp5.000 sekali seberang. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan, namun juga menimbulkan risiko besar terutama saat musim hujan dan banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah lama tidak ada jembatan. Kalau air naik, risikonya besar. Kami sering bantu menyelamatkan orang-orang yang mau nyebrang. Harapan kami ada jembatan penghubung karena ini jalur terdekat ke pusat ibu kota Pringsewu. Jalan juga semoga diperbaiki supaya ekonomi bisa tumbuh,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga di titik lain yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian menggunakan jalur sungai.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Polres Pringsewu mengusulkan pembangunan lima jembatan gantung kepada Satgasus Darurat Jembatan.
Usulan disampaikan sebagai upaya membuka kembali akses transportasi warga yang terputus akibat tidak adanya jembatan.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lima lokasi yang diusulkan. Titik tersebut berada di lintasan penghubung antarkecamatan, antara lain di wilayah Sukoharjo menuju Podomoro, Madaraya menuju Sukajadi, Banjarrejo menuju Bumiarum, Margodadi menuju Waluyojati, serta Ambarawa menuju Waykhilau Pesawaran.
Menurut Yunnus, usulan ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan 300.000 jembatan di seluruh Indonesia demi mempercepat konektivitas masyarakat.
“Kami identifikasi lokasi yang paling urgent karena tidak ada jembatan sama sekali. Jalur ini dilalui anak sekolah, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga yang berangkat ke pasar,” kata Yunus, Kamis (3/12/2025).
Yunnus menegaskan bahwa satu titik, yakni di Pekon Banjarrejo, menjadi prioritas utama karena kebutuhan masyarakat di lokasi tersebut tergolong mendesak.
“Pekon Banjarrejo menjadi prioritas. Kami berharap pemerintah bisa mendahulukan pembangunan di lokasi tersebut,” tegasnya.
Melalui pengusulan ini, diharapkan pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret agar akses ekonomi, pendidikan, dan mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar. (Samuel)







