Prioritastv.com, Jakarta – Setelah sempat tertahan akibat bencana dan cuaca buruk, proses evakuasi taruna-taruni Politeknik Transportasi Darat Indonesia – Sekolah Tinggi Transportasi Darat (PTDI–STTD) yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Aceh Tengah akhirnya berhasil dilakukan pada Jumat (6/12/2025).
Informasi yang diterima dari pengurus Forum Komunikasi Orang Tua (FKO) menyebutkan bahwa tiga taruni yang sebelumnya terjebak di Aceh Tengah berhasil dievakuasi terlebih dahulu ke Medan menggunakan pesawat milik PPI Curug dengan kapasitas tiga penumpang dan dua kru.
Namun, rencana penerbangan lanjutan terpaksa dibatalkan karena cuaca kembali memburuk. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan pada pukul 14.00 WIB, sehingga penerbangan berikutnya dibatalkan demi keselamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rencana flight 2 akan berangkat namun cancel dikarenakan cuaca. Pesawat PPI Curug rencana kemarin memulai evakuasi jam 12 juga cancel karena turun hujan, dan siang ini baru satu flight yang sampai Medan,” ujar informasi resmi yang disampaikan pengurus FKO.
Sementara itu, tujuh taruna lainnya masih berada di Bandara Rambele, sedangkan empat taruna lain menunggu di Bandara Takengon, yang nantinya juga akan dipindahkan menuju Rambele sebelum diterbangkan ke Kualanamu.
Upaya evakuasi tidak berhenti di situ. Mengingat kondisi cuaca yang tidak stabil dan kapasitas pesawat kecil yang terbatas, proses pemindahan dilanjutkan menggunakan pesawat Hercules untuk mempercepat evakuasi seluruh taruna-taruni. Pada, Sabtu 6 Desember 2025 sore, kabar baik kembali datang. Seluruh taruna-taruni akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Kualanamu, Medan.
“Alhamdulillah lengkap sudah taruni kita sampai di Bandara Kualanamu dengan pesawat PPI Curug. Adapun tiga taruna menggunakan pesawat Hercules. Sementara empat taruna dari Bandara Takengon menuju Bandara Rambele untuk diterbangkan ke Kualanamu,” demikian informasi lanjutan dari FKO.
Pihak FKO menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak yang membantu kelancaran evakuasi, serta berharap para taruna-taruni tetap sehat setelah melewati kondisi cuaca ekstrem selama proses pemindahan. (Ubay)









