Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung- Kejaksaan Negeri Pringsewu melaksanakan panen jagung Program Petani Mitra Adhyaksa (PMA) di lahan pilot project seluas 5 hektare di Pekon Enggal Rejo, Kecamatan Adiluwih. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari launching penanaman jagung musim kemarau yang sebelumnya diresmikan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Danang Suryo Wibowo, pada 13 Agustus 2025.
Panen yang berlangsung Selasa pagi tersebut dihadiri Forkopimda Pringsewu, instansi terkait, perbankan, dan para petani mitra. Kolaborasi lintas sektor ini disebut sebagai bentuk nyata dukungan bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu, Evi Hasibuan, menyampaikan bahwa Program PMA merupakan implementasi arahan Kejati Lampung agar Kejaksaan berperan lebih luas dalam pemberdayaan masyarakat, tidak hanya fokus pada penegakan hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Evi menjelaskan panen kali ini merupakan hasil pengembangan jagung musim kemarau menggunakan teknologi irigasi tetes. Namun, efektivitasnya belum dapat dievaluasi secara optimal lantaran intensitas hujan tinggi pada awal masa tanam.
“Tahun 2026 kami akan kembali melaksanakan pilot project pada musim kemarau murni agar evaluasi irigasi tetes dapat dilakukan secara akurat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PMA bukan sekadar program tanam-panen, tetapi gerakan bersama untuk mengawal pupuk subsidi, memastikan akses BBM subsidi bagi petani, mendorong listrik masuk sawah, serta menggerakkan CSR pelaku usaha.
Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, mengapresiasi Kejari karena turut mengambil peran strategis dalam peningkatan kapasitas petani dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP).
Usai panen, Kejari menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Kejati Lampung atas dukungan CSR Perpadi dan Bank Lampung. Selain itu, Kementerian Pertanian juga menyerahkan tiga unit traktor kepada kelompok tani yang tergabung dalam PMA.
Kejaksaan Negeri Pringsewu berharap Program Petani Mitra Adhyaksa terus berkembang menjadi motor penggerak peningkatan teknologi tanam, akses sarana pertanian, hingga pemasaran hasil produksi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.(Laila)







