Warisan Wayang Butuh Sandaran Pemerintah, Ketua PEPADI Metro “Kami Butuh Perhatian, Bukan Sekedar Pujian”

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:28

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro – Di tengah gegap gempita budaya modern, kesenian wayang sebagai warisan luhur yang telah diakui UNESCO justru terasa sunyi di Kota Metro. Para seniman dan dalang, termasuk generasi cilik, mengungkapkan kegelisahan atas minimnya perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah daerah.

Ketua Persatuan Pendalang Indonesia (PEPADI) Kota Metro, Sukadi, dengan nada prihatin menyatakan bahwa wayang saat ini seperti hidup segan, mati tak mau. Padahal, wayang bukan sekadar pertunjukan boneka, melainkan gudang ilmu moral, sejarah, dan identitas bangsa.

“Wayang adalah warisan budaya asli Indonesia yang diakui dunia, tetapi kami bingung harus meminta bantuan ke mana. Untuk mengirim dalang cilik kami berlaga di kompetisi nasional di Jawa saja, kami terbentur biaya,” ujar Sukadi, Minggu (4/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa semangat melestarikan wayang tidak hanya kuat di Jawa, tetapi juga menggelora di hati seniman Lampung, khususnya Metro.

“Kami ingin wayang tetap hidup dan terjaga di sini, di Kota Metro. Perhatian pemerintah sangat kami harapkan, terutama untuk mendukung bakat-bakat muda, para dalang cilik kita,” tambahnya penuh harap.

Saat ini, sebagian besar kegiatan dan pengembangan kesenian wayang di Metro hanya mengandalkan swadaya komunitas dan semangat gotong royong para seniman. Minimnya anggaran dan program pemerintah menjadi tantangan terbesar untuk bertahan, apalagi berkembang.

Dukungan yang diharapkan bukan sekadar kata-kata, melainkan kebijakan konkret, alokasi anggaran khusus, penyediaan fasilitas latihan, pembinaan berjenjang untuk dalang muda, serta dukungan untuk mengikuti festival dan lomba di tingkat regional maupun nasional.

Jika tidak ada intervensi serius, kekhawatirannya besar wayang akan semakin tersingkir dari ingatan generasi muda, dan Kota Metro akan kehilangan salah satu potensi budaya unggulannya. Wayang butuh lebih dari sekadar panggung sesaat; ia butuh rumah dan sandaran yang teguh dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan.

Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah. Apakah wayang akan dibiarkan sekadar menjadi cerita masa lalu, atau akan dihidupkan sebagai kebanggaan masa kini dan investasi budaya untuk Indonesia Emas 2045?

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru