Prioritastv.com, Metro, Lampung – Suara petani di Kelurahan Sumber Sari, Bantul, mendesak didengar. Dua infrastruktur vital di Jalan Cendrawasih RW 003 RT 014 dan Jalan Usaha Tani RW 002 RT 009 serta jaringan irigasi seluas 50 hektare yang menghidupi sawah mereka, dalam kondisi rusak parah dan menunggu perbaikan bertahun-tahun.
Ketua P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Sumber Sari Bantul, Wahyono, menyatakan bahwa kerusakan irigasi sudah terjadi sejak 2019 dan bahkan ada bagian yang rusak parah sejak 2006. “Ini bukan cuma soal jalan berlubang atau saluran retak. Ini soal nafas pertanian kami. Sawah 50 hektare ini hidup dari air yang seharusnya mengalir lancar,” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia tidak hanya meminta perbaikan segera, tetapi juga pengawasan ketat agar pekerjaan sesuai spesifikasi. “Kami minta pemerintah tidak hanya membangun, tetapi juga mengawasi. Jangan sampai diperbaiki asal-asalan, lalu rusak lagi dalam setahun. Kualitas harus jadi prioritas,” tegas Wahyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Aspirasi warga tidak hanya ditujukan kepada eksekutif. Wahyono juga menyoroti peran legislatif. “Selain Pak Walikota, kami meminta anggota DPRD Kota Metro bisa bekerja lebih serius mengawal keluhan rakyat. Jangan hanya datang saat pilkada,” tambahnya, menyiratkan kekecewaan akan respon yang selama ini dirasa lamban.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, memberikan respons langsung, saat kegiatan musrenbang di kelurahan sumbersari Bantul, Metro Selatan. Ia berkomitmen untuk menjadikan perbaikan infrastruktur di Sumber Sari sebagai prioritas pembangunan tahun 2026.
“Saya akan segera memerintahkan peninjauan mendalam melalui Dinas terkait, Kecamatan dan Kelurahan. Musrenbang yang kita lakukan hari ini adalah untuk merancang pembangunan 2026, dan Sumber Sari harus masuk dalam prioritas,” jelas Walikota.
Ia juga meminta perangkat daerah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk proaktif menampung dan menindaklanjuti aspirasi warga. “Saya minta camat dan lurah lebih aktif menjembatani kebutuhan masyarakat. Jangan tunggu laporan, turun langsung ke lokasi,” pesannya.
Di sisi lain, Walikota juga mengajak partisipasi warga. “Pemerintah butuh dukungan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, terutama di wilayah seperti Sumber Sari yang 70 persen warganya adalah petani. Mari kita bangun bersama,” ajak Bambang.
Titik terang kini tampak bagi warga Sumber Sari. Namun, komitmen verbal ini masih harus dibuktikan dengan aksi nyata di lapangan dan anggaran yang jelas. Tantangan berikutnya adalah memastikan proses perencanaan hingga pelaksanaan berjalan transparan, berkualitas, dan tepat waktu, sehingga janji tidak lagi tenggelam seperti saluran irigasi yang rusak. (*)
Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.







