Prioritastv.com, Jakarta – Seorang wanita bernama Khairun Nisa (23) diamankan dan diperiksa aparat Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah berpakaian layaknya sebagai pramugari maskapai Batik Air.
Aksi tersebut terungkap usai video dirinya mengenakan seragam awak kabin viral di media sosial saat berada dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta.
Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan Batik Air ID 7058 yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (6/1) malam. Meski mengenakan seragam pramugari lengkap, wanita tersebut diketahui duduk di kursi penumpang dan membeli tiket seperti penumpang pada umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, mengatakan kecurigaan kru pesawat muncul saat yang bersangkutan tampak gelagapan ketika ditanya soal pendidikan dan pelatihan pramugari.
“Ketika ditanya soal diklat tahun berapa, yang bersangkutan tidak bisa menjawab dan terlihat bingung. Dari situ kru mulai curiga,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, kru Batik Air juga menemukan adanya perbedaan motif dan warna rok yang dikenakan Khairun Nisa dengan standar seragam resmi pramugari Batik Air di bawah naungan Lion Group. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas aviation security (Avsec) bandara.
Setibanya di Jakarta, wanita asal Palembang itu langsung diamankan dan dibawa ke kantor polisi bandara untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui seragam pramugari tersebut dibeli secara daring dan digunakan untuk menutupi kebohongan kepada keluarga.
“Motifnya karena malu kepada orang tua. Yang bersangkutan sebelumnya sempat melamar pramugari pada Maret 2025, namun tidak lulus. Orang tuanya sudah terlanjur percaya dan bahkan mengeluarkan biaya,” jelas Septian.
Diketahui, orang tua Khairun Nisa sempat mengantarkannya ke bandara di Palembang dengan keyakinan anaknya telah diterima bekerja sebagai pramugari.
Karena waktu keberangkatan yang mepet, ia tidak sempat mengganti pakaian sehingga tetap mengenakan seragam pramugari saat terbang kembali ke Jakarta. Polisi memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. Pihak maskapai Batik Air juga tidak menempuh jalur hukum.
“Yang bersangkutan tidak ditahan. Ia sudah mengakui perbuatannya, meminta maaf, dan telah dikembalikan kepada pihak keluarga. Atribut yang dikenakan diamankan untuk kepentingan pemeriksaan,” pungkasnya. (*)









