Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menggelar apel peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Pemkab Pringsewu, Kamis (15/1/2026). Apel tersebut dipimpin langsung Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas selaku pembina apel, dengan pemimpin apel Kapekon Pandansari Selatan Puryanto.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada sejumlah ahli waris aparatur pekon, yakni ahli waris Teguh Widodo (Ketua RT 09 Pekon Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo), Tamrin (Kapekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo), dan Yogi Bektiansyah (Kaur Keuangan Pekon Panjerejo, Kecamatan Gadingrejo).
Selain itu, diserahkan pula kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang diwakili Sutrisno (Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo) dan Slamet, serta piala dan hadiah Lomba Dasa Wisma tingkat Kabupaten Pringsewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun para pemenang yaitu Pelaksana Terbaik I TP PKK Pekon Ambarawa Timur (Kecamatan Ambarawa), Terbaik II TP PKK Pekon Sukorejo (Kecamatan Pardasuka), Terbaik III TP PKK Pekon Sukoharjo I (Kecamatan Sukoharjo), dan Terbaik IV TP PKK Pekon Ganjaran (Kecamatan Pagelaran).
Dalam amanatnya yang disampaikan menggunakan Bahasa Lampung, Bupati Riyanto Pamungkas mengatakan bahwa penetapan Hari Desa setiap tanggal 15 Januari berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia merupakan momentum penting untuk menegaskan kembali peran desa atau pekon di Kabupaten Pringsew sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.
Pekon tidak hanya sekadar wilayah administratif, melainkan ruang hidup masyarakat, pusat budaya, sekaligus penggerak ekonomi nasional dalam lingkup terkecil.
“Peringatan Hari Desa Nasional tahun hinji ngusung tema Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia–Bangun Desa untuk Indonesia Emas Tahun 2045, ngecerminko komitmen khik harapan bahwa kemajuan Indonesia dacok dicapai ki desa di seluruh nusantara tumbuh maju, mandiri, khik sejahtera,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa membangun Indonesia berarti membangun dari pekon atau desa sebagai garda terdepan.
Terkait penggunaan Bahasa Lampung dalam sambutan apel, Bupati Riyanto menjelaskan hal tersebut merupakan upaya memperkuat jati diri daerah sekaligus mendukung pembangunan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Lampung tentang Hari Kamis Beradat sebagai langkah strategis pelestarian bahasa dan budaya Lampung.
“Melalui kebijakan ini, setiap hari Kamis seluruh jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota hingga lembaga pendidikan diinstruksikan menggunakan Bahasa Lampung dalam pelayanan publik, interaksi kerja, rapat, sambutan, serta proses belajar mengajar, sekaligus mengenakan batik khas Lampung sebagai simbol kebanggaan dan identitas daerah,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Pringsewu yang diwakili Sudiyono, Sekretaris Daerah M. Andi Purwanto, Ketua TP-PKK Rahayu Riyanto, Ketua DWP Nisma Andi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, jajaran pemerintah daerah dan camat, serta diikuti para kepala pekon beserta perangkat, BHP, dan TP PKK pekon se-Kabupaten Pringsewu. (*)

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.







