Prioritastv.com, Jakarta – Badan SAR Nasional menyebut data manifes pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat yang disewa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) itu membawa total 11 orang saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
Kepala Basarnas Makassar, Muh Arif Anwar, mengatakan bahwa berdasarkan hasil verifikasi lanjutan, jumlah tersebut terdiri atas delapan kru penerbangan dan tiga penumpang. Data manifes telah dipastikan sesuai dengan dokumen resmi operator penerbangan dan pihak AirNav.
Delapan kru yang bertugas dalam penerbangan tersebut masing-masing adalah Capt. Andy Dahananto, First Officer Yudha Mahardika, Capt. Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sementara itu, tiga penumpang yang berada di dalam pesawat tercatat atas nama Deden, Ferry, dan Yoga,” kata Arif kepada Wartawan.
Arif menjelaskan, kepastian data ini menjadi bagian penting dalam operasi pencarian agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
“Seluruh nama yang tercantum dalam manifes kini menjadi prioritas dalam upaya pencarian dan evakuasi,” ujarnya.
Hingga kini, operasi SAR masih difokuskan di kawasan Taman Nasional Bantimurung, yang merupakan titik terakhir pesawat terdeteksi radar sebelum hilang kontak.
Tim SAR gabungan telah mendirikan posko di sekitar lokasi dan melakukan penyisiran darat di medan perbukitan karst.
Selain upaya darat, Basarnas juga melibatkan unsur TNI Angkatan Udara dengan mengerahkan helikopter Caracal untuk melakukan pengamatan dari udara dan mendukung proses evakuasi apabila pesawat berhasil ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan badan pesawat maupun seluruh penumpang dan kru.
Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Sebelumnya diberitakan, sebuah pesawat jenis ATR 400 dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) siang.
Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport tersebut sebelumnya dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Namun, hingga waktu pendaratan, pesawat tidak terpantau oleh petugas lalu lintas udara.
Informasi awal menyebutkan, pesawat diperkirakan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA di wilayah Kabupaten Maros. (*)

Ubay adalah kepala perwakilan Media Prioritastv.com di Jakarta Selatan, aktif meliput peristiwa nasional, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.















