Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sudah setahun berlalu sejak musibah kebakaran melanda SD Negeri Kalirejo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Akibatnya, para siswa terpaksa menjalani proses belajar mengajar secara bergantian karena keterbatasan ruang kelas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada 16 Desember 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.
Kepala SD Negeri Kalirejo, Pungut Mirna membenarkan dua bangunan utama yang digunakan sebagai ruang perpustakaan, UKS, dan ruang guru dilalap si jago merah. Sejak saat itu, aktivitas sekolah berjalan dalam kondisi serba terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang terbakar itu ruang perpustakaan, UKS, dan ruang guru, kejadiannya sudah satu tahun lebih,” kata Pungut Mirna saat awak media Prioritastv.com, mengunjungi sekolah tersebut, Senin 26 Januari 2026.
Pungut menjelaskan, meski kondisi terbatas, pihaknya memanfaatkan satu ruang kelas sebagai ruang multifungsi yang digunakan sekaligus sebagai perpustakaan, ruang UKS, dan ruang guru. Kondisi ini membuat beberapa kelas harus menggunakan ruang belajar secara bergantian.
“Kelas satu dan kelas dua masuk bergantian. Kelas satu selesai dulu, baru kelas dua masuk,” jelasnya.
Pungut mengungkapkan, tak hanya kehilangan fasilitas penunjang, kondisi bangunan ruang kelas yang masih digunakan pun memprihatinkan.
“Sejumlah bagian seperti plafon, pintu, dan kusen kayu tampak lapuk dimakan usia dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa,” ungkapnya.
Meski berada dalam keterbatasan, Pungut menyebut kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Pihaknya berupaya agar proses pendidikan tidak terganggu meskipun fasilitas sangat minim.
“Alhamdulillah kegiatan belajar tetap berjalan. Kami tetap berusaha agar anak-anak bisa belajar dengan baik meski dalam kondisi seperti ini,” tambah Pungut Mirna.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan instansi terkait segera turun tangan memberikan perhatian serius serta merealisasikan pembangunan kembali gedung sekolah yang terbakar.
“Saya mohon sekali agar segera diperhatikan dan dibangun kembali. Anak-anak butuh ruang belajar yang layak,” harapnya. (*)








