Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Seorang remaja laki-laki asal Pekon Gunung Megang, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Selasa sore, 27 Januari 2026. Remaja tersebut diketahui bernama Ibnu Wafti Alfarobi (18).
Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus AKP Jumbadio menyampaikan bahwa laporan orang hilang tersebut telah diterima pihak kepolisian dari keluarga korban.
Berdasarkan keterangan awal, Ibnu terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 17.00 WIB tanpa berpamitan kepada orang tua maupun anggota keluarga lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban pergi dari rumah dan hingga saat ini belum kembali. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Panggung,” kata AKP Jumbadio, Kamis (29/1/2026), mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
AKP Jumbadio menjelaskan, Ibnu Wafti Alfarobi lahir di Tanggamus pada 9 November 2007. Secara fisik, korban memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan berat sekitar 65 kilogram, rambut hitam ikal pendek, kulit sawo matang, serta mata berwarna hitam.
“Korban juga memiliki tanda lahir di bagian pipi kiri yang dapat menjadi ciri pembeda,” ujarnya.
Polsek Pulau Panggung saat ini masih melakukan upaya pencarian dan pengumpulan informasi dan Kapolsek pun mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan korban agar segera menyampaikan informasi kepada aparat kepolisian terdekat.
“Peran serta masyarakat sangat kami harapkan agar korban bisa segera ditemukan,” tegasnya.
Untuk mempercepat pencarian, masyarakat dapat menghubungi Bhabinkamtibmas di nomor 082215636412, pihak keluarga di 0895327010496, atau Kepala Pekon Gunung Megang di 081279077057 apabila memiliki informasi terkait keberadaan korban.
Kepala Pekon Gunung Megang, mengungkapkan hingga tadi malam korban masih belum ditemukan. Namun, hingga pagi ini pihaknya belum kembali melakukan konfirmasi terbaru kepada keluarga.
“Sampai tadi malam belum diketemukan. Tapi pagi ini saya belum konfirmasi lagi dengan keluarganya. Nanti kita kabari,” ujar Usran.
Sementara itu, pihak keluarga korban, Tria Merta Prastiwi, saat dikonfirmasi terkait apakah remaja tersebut sempat berpamitan sebelum pergi, menyebut korban tidak pamit kepada keluarga. “Enggak pamit, anaknya disabilitas. Biasanya main di dekat rumah,” katanya melalui chat instan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







