Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Memasuki hari keempat pencarian, Basarnas bersama tim SAR gabungan meningkatkan upaya pencarian terhadap seorang remaja pengidap epilepsi yang dilaporkan hilang di Kabupaten Tanggamus dengan melibatkan anjing pelacak (K9), Jumat 30 Januari 2026.
Remaja tersebut diketahui bernama Ibnu Wafit Alfarobi (18). Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan diduga meninggalkan rumah tanpa arah sebelum akhirnya dinyatakan hilang sejak Selasa (27/1/2026) sore.
Kepala Kantor SAR Lampung melalui
Komandan Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, Dedi Pranata menyampaikan, pencarian difokuskan pada lokasi terakhir korban terlihat serta area yang berpotensi dilalui, seperti aliran sungai, kebun, persawahan, dan jalur darat di sekitar pemukiman warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam operasi pencarian hari keempat ini, Tim SAR gabungan dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU),” kata Dedi Pranata.
Selain melakukan penyisiran manual, Basarnas juga menggandeng Ditsamapta Polda Lampung dengan mengerahkan anjing pelacak (K9) guna membantu melacak jejak korban di medan yang cukup luas.
Selain itu, area pencarian diperluas hingga beberapa kilometer dari titik awal korban diduga menghilang, khususnya menyusuri aliran sungai ke arah hilir.
“Upaya pencarian terus kami maksimalkan dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan dan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” jelasnya.
Pihak SAR mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada aparat setempat atau tim SAR terdekat guna membantu proses pencarian.
Sebelumnya, keluarga Ibnu Wafit Alfarobi melapor ke Polsek Pulau Panggung. Ibnu terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tanpa berpamitan kepada orang tua maupun anggota keluarga lainnya.
Secara fisik, korban memiliki tinggi badan sekitar 170 cm dengan berat sekitar 65 kilogram, rambut hitam ikal pendek, kulit sawo matang, serta mata berwarna hitam. Korban juga memiliki tanda lahir di bagian pipi kiri yang dapat menjadi ciri pembeda. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







