Prioritastv.com, Pesisir Barat, Lampung – Dugaan mangkraknya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, mencuat ke publik dan memantik perhatian luas.
Fasilitas vital pengelolaan limbah medis tersebut sebelumnya disebut tidak berfungsi selama kurang lebih tiga tahun, meski anggaran pembangunan dan pemeliharaan terus dialokasikan setiap tahunnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, IPAL RSUD KH Muhammad Thohir diduga tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Padahal, untuk rumah sakit tipe C, pembangunan sistem IPAL umumnya menelan anggaran negara berkisar Rp1,5 miliar hingga Rp2,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi informasi tersebut, Direktur Utama RSUD KH Muhammad Thohir Pesisir Barat, dr. Eva Hadaniah Asryati, Sp.Rad, menegaskan tudingan bahwa IPAL di rumah sakit yang dipimpinnya tidak berfungsi adalah tidak benar. Ia menyebut IPAL di RSUD KH Muhammad Thohir berjalan normal.
“IPAL di RSUD KH Muhammad Thohir masih berjalan normal hingga saat ini. Hanya saja, kondisi di sekitar area IPAL terlihat banyak rerumputan sehingga terkesan tidak terurus,” kata dr. Eva, Sabtu 31 Januari 2026, malam.
Menurutnya, pihak rumah sakit saat ini tengah fokus melakukan pembenahan internal, termasuk persiapan pindah ke rumah sakit baru di Way Batu guna memenuhi kesiapan kredensialing BPJS.
“Kondisi tersebut, menyebabkan aspek kebersihan di sekitar IPAL sempat terlewatkan, namun tidak berarti fasilitas tersebut tidak berfungsi,” tandasnya. (*)










