Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kinerja investasi di Kabupaten Tanggamus sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil positif. Nilai realisasi investasi di daerah tersebut tercatat menembus angka Rp 1,9 triliun, berdasarkan data perizinan yang dihimpun melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus, Erlan Deni Saputra, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Tanggamus.
Menurut Erlan, kontribusi terbesar realisasi investasi masih berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai lebih dari Rp 1,8 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan sumbangan investasi sebesar lebih dari Rp 120 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi di Tanggamus terus bergerak positif dan sejalan dengan perkembangan investasi di tingkat Provinsi Lampung,” kata Erlan, Senin (2/2/2026).
Erlan menyebut, selama tahun 2025, tercatat ratusan proyek investasi yang berjalan di Kabupaten Tanggamus. Sektor perdagangan, khususnya usaha makanan dan minuman, menjadi salah satu bidang usaha yang paling banyak menyerap investasi.
Meski mencatat pertumbuhan, Erlan tidak menampik masih adanya hambatan dalam mendorong masuknya investasi berskala besar. Beberapa persoalan yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur pendukung, persoalan legalitas lahan, serta proses administratif yang masih memerlukan penyempurnaan.
Dalam hal pelayanan perizinan, Erlan menilai penerapan perizinan berbasis risiko melalui OSS RBA memberikan dampak positif, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Sistem ini dinilai mampu mempercepat proses perizinan dan memangkas prosedur birokrasi.
“Untuk UMKM, OSS RBA sangat membantu. Namun, investasi besar membutuhkan kesiapan yang lebih luas, terutama dari sisi infrastruktur dan kepastian hukum,” ujarnya.
Sebagai upaya meningkatkan daya saing daerah, Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus melakukan pembenahan, mulai dari penyederhanaan regulasi perizinan, pendelegasian kewenangan, hingga penyediaan kemudahan dalam pemanfaatan ruang usaha.
Selain itu, pemerintah daerah juga fokus memperbarui data potensi investasi serta memperkuat sektor unggulan yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Ke depan, arah kebijakan investasi di Kabupaten Tanggamus akan diarahkan pada pembangunan ekonomi berkelanjutan, dengan mendorong pengembangan industri hilir berbasis sumber daya lokal.
“Penguatan hilirisasi akan difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata agar memberikan nilai tambah dan dampak ekonomi yang lebih luas,” tutupnya. (*)










