Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung –
Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi PKB, Buyung Alamsyah, meninjau kondisi SD Negeri Kalirejo, Kecamatan Wonosobo, Senin (2/2/2026). Sekolah tersebut diketahui mengalami kebakaran pada 24 Desember 2024 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Selain bangunan yang terbakar, kondisi ruang kelas yang masih digunakan juga memprihatinkan.
Dari tiga ruang kelas, sebagian besar sudah tidak layak pakai. Kerusakan terlihat jelas pada pintu kelas, kusen jendela yang dimakan rayap, dinding pembatas kelas yang nyaris roboh, serta plafon atap yang banyak mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam peninjauan didampingi Suwarko selaku Kakon Kalirejo, Wonosobo itu, Buyung Alamsyah menyampaikan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang berada di wilayah kerjanya tersebut.
“Saya berkunjung dan meninjau langsung SD Negeri Kalirejo, di mana telah terjadi kebakaran pada 24 Desember 2024,” ujar Buyung.
Ia menegaskan, sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKB, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan kembali sekolah tersebut dapat segera direalisasikan. Dalam kunjungan itu, Buyung juga didampingi Kepala Pekon Kalirejo, Suwarno.
“Saya mohon doa dari seluruh masyarakat Kalirejo, khususnya kepala sekolah dan para wali murid. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini ada hasil, dan saya akan berupaya sekuat tenaga agar pembangunan SD Negeri Kalirejo dapat terealisasi ke depannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Kalirejo, Pungut Mirna, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh anggota DPRD Tanggamus tersebut.
“Atas kunjungan Pak Dewan ke SD Negeri Kalirejo, kami keluarga besar sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ucap Pungut Mirna.
Ia berharap Buyung Alamsyah dapat memperjuangkan usulan pembangunan dan menyampaikannya kepada dinas terkait. Adapun pembangunan yang sangat dibutuhkan antara lain ruang perpustakaan, ruang kantor, serta tiga ruang kelas yang saat ini sudah tidak layak digunakan.
“Terutama pembangunan yang kami usulkan, seperti ruang perpustakaan, ruang kantor, dan tiga lokal ruang kelas. Semua itu sudah sangat mendesak karena sekolah kami mengalami kebakaran pada 24 Desember 2024,” tegasnya.
Sebelum diberitakan, telah satu tahun lebih berlalu sejak musibah kebakaran melanda SD Negeri Kalirejo. Akibat kejadian tersebut, dua bangunan utama yang difungsikan sebagai ruang perpustakaan, UKS, dan ruang guru hangus dilalap api. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat kebakaran, terjadinya keterbatasan ruang, proses belajar mengajar terpaksa dilakukan secara bergantian. Satu ruang kelas digunakan sebagai ruang multifungsi, sementara beberapa kelas harus masuk secara bergiliran.
Meski dalam kondisi serba terbatas dan bangunan yang tersisa juga mengalami kerusakan, pihak sekolah tetap berupaya agar kegiatan belajar mengajar berjalan normal. (*)










