Ketua Gapoktan di Tanggamus Diduga Rampas Ponsel Jurnalis Saat Investigasi Distribusi Pupuk Subsidi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat perampasan handphone awak media Merliansyah dan saat warga menurunkan pupuk subsidi di Pekon Tangkit Serdang, Pugung, Tanggamus, Rabu 4 Februari 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Kolase foto saat perampasan handphone awak media Merliansyah dan saat warga menurunkan pupuk subsidi di Pekon Tangkit Serdang, Pugung, Tanggamus, Rabu 4 Februari 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Seorang jurnalis media daring Sinar Pagi News, Merliansyah, mengaku mengalami dugaan tindakan intimidasi saat menjalankan tugas jurnalistik di Pekon Tangkit Serdang, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Insiden tersebut terjadi ketika ia tengah melakukan penelusuran dugaan penyalahgunaan distribusi pupuk subsidi.

Menurut keterangan Merliansyah, peristiwa bermula saat dirinya melakukan pengumpulan data dan konfirmasi di lapangan terkait pola penyaluran pupuk subsidi yang dinilainya tidak lazim. Ia mencurigai adanya penumpukan pupuk dalam jumlah besar di satu lokasi yang seharusnya didistribusikan secara bertahap kepada kelompok tani.

“Kecurigaan itu muncul karena saya melihat pupuk subsidi terkumpul dalam jumlah banyak di satu tempat. Seharusnya pendistribusian dilakukan bertahap kepada petani, bukan terpusat. Itu yang ingin saya konfirmasi,” ujar Merliansyah, Rabu 4 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merliansyah menjelaskan, saat proses konfirmasi berlangsung, situasi di lokasi disebut memanas. Dirham, yang diketahui sebagai Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat, datang dengan nada tinggi dan menunjukkan sikap emosional. Merliansyah menyebut, dalam kejadian tersebut, ponsel miliknya sempat direbut saat ia melakukan perekaman.

“Kejadian itu terekam, tetapi justru handphone saya dirampas. Saya diminta berhenti merekam dan dilarang menerbitkan berita,” ungkapnya.

Merliansyah menegaskan bahwa dirinya sedang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional tanpa melakukan provokasi. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk penghalangan terhadap kerja pers, mengingat perampasan alat kerja wartawan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut, Dirham sempat mengaku sebagai wartawan serta bagian dari salah satu organisasi kemasyarakatan, sembari melarang adanya pemberitaan terkait pupuk subsidi tersebut.

Atas kejadian itu, Merliansyah melaporkan dugaan perampasan ponsel ke Polsek Pugung. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian, sebelum ia diarahkan untuk melanjutkan pelaporan ke Polres Tanggamus guna penanganan lebih lanjut.

Meski ponsel miliknya telah dikembalikan, Merliansyah menegaskan langkah hukum tetap ditempuh. Menurutnya, pengembalian tersebut tidak menghapus dugaan perampasan dan penghalangan kerja jurnalistik yang telah terjadi.

“Langkah hukum ini saya tempuh untuk mencari kepastian hukum dan agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya terhadap jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Dirham saat dikonfirmasi memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat kejadian, sejumlah petani sedang mengambil pupuk subsidi milik kelompok tani sesuai dengan data dan catatan yang ada.

Menurut Dirham, keberadaan Merliansyah yang melakukan pengambilan gambar membuat sebagian anggota kelompok tani merasa khawatir dan menghubunginya. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk memberikan penjelasan.

“Pupuk itu memang milik petani dan sedang diambil oleh kelompok tani sesuai catatan. Sudah saya jelaskan, tetapi yang membuat saya emosi karena yang bersangkutan memfoto-foto tepat di depan muka saya,” kata Dirham saat dikonfirmasi Media Prioritastv.com.

Dirham mengakui sempat merebut ponsel Merliansyah, namun menegaskan perangkat tersebut kemudian dikembalikan. Ia juga menyampaikan telah meminta maaf dan menganggap persoalan tersebut telah selesai di Polsek Pugung.

“Saya sudah minta maaf dan masalahnya sudah diselesaikan di Polsek Pugung. Saya tidak mengetahui kalau yang bersangkutan melanjutkan laporan ke Polres Tanggamus,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum masih berjalan dan pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. (*)

Berita Terkait

Apakah Harga Pertamax Akan Turun? Ini Jawaban Jubir Menteri ESDM
Curi Mobil Milik Teman, Pria di Bandar Lampung Ditembak
Remaja Terduga Pelaku Pembunuhan Guru PPPK di OKU Selatan Menyerahkan Diri, Akui Tusuk Korban Saat Kepergok Mencuri
Usai Gelombang Demonstrasi, Pemerintah Hentikan Sementara MBG untuk Evaluasi Total
BKSDA Pasang Kandang Jebak Beruang di Wonosobo Tanggamus, Warga Diminta Tetap Waspada
Forum GRAK Gruduk Disdik Tanggamus, Kadisdik Viktor Libradi Tegaskan Tidak Akan Toleransi Penyalahgunaan Dana BOS
Bupati Pringsewu Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fraksi NasDem Soroti Belanja Modal dan SILPA
Kecelakaan Meninggal di Tanggamus, Pemuda Pengendara R15 Ternyata Warga Pringsewu

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:19 WIB

Apakah Harga Pertamax Akan Turun? Ini Jawaban Jubir Menteri ESDM

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:09 WIB

Curi Mobil Milik Teman, Pria di Bandar Lampung Ditembak

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:54 WIB

Remaja Terduga Pelaku Pembunuhan Guru PPPK di OKU Selatan Menyerahkan Diri, Akui Tusuk Korban Saat Kepergok Mencuri

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:20 WIB

Usai Gelombang Demonstrasi, Pemerintah Hentikan Sementara MBG untuk Evaluasi Total

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:58 WIB

BKSDA Pasang Kandang Jebak Beruang di Wonosobo Tanggamus, Warga Diminta Tetap Waspada

Berita Terbaru

Tersangka MRP (25) saat ikut mengepalkan tangan setelah mendapatkan perawatan medis usai terkena tembakan di RS Bhayangkara, Minggu 14 Juni 2026 | Dok. Polda Lampung.

Bandar Lampung

Curi Mobil Milik Teman, Pria di Bandar Lampung Ditembak

Rabu, 17 Jun 2026 - 22:09 WIB