Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Khoirul Anam (28), anggota satuan pengamanan (satpam) Bank BRI asal Pekon Sinar Mulyo, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menorehkan prestasi nasional dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Ia dinobatkan sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak setelah berhasil mempublikasikan 13 karya ilmiah di jurnal nasional maupun internasional.
Meski telah mengantongi dua gelar sarjana dan satu gelar magister, Khoirul Anam, S.E., S.Pd.I., M.M. tetap menjalani profesinya sebagai satpam di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rekor MURI tersebut diterimanya pada Jumat (30/1/2026) dan menjadi bukti konsistensi Anam dalam berkarya di tengah keterbatasan waktu dan profesi.
Anam menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan sejak 2019 dan lulus pada 2023 dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma hingga meraih gelar Magister Manajemen (M.M.).
Selain itu, ia juga menyelesaikan S1 kedua di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.).
Ketertarikan Anam terhadap dunia pendidikan dan kepenulisan tumbuh sejak ia bekerja sebagai satpam pada 2018. Diskusi dengan rekan kerja memotivasinya untuk terus belajar dan menyiapkan masa depan.
“Saya berpikir, setidaknya di umur 28 tahun harus punya satu gelar. Alhamdulillah, tidak disangka-sangka sekarang sudah memiliki tiga gelar,” ujarnya.
Di sela jadwal kerja sistem shift, Anam tetap aktif menulis dan melakukan penelitian. Hingga kini, ia telah menerbitkan delapan buku ber-ISBN yang terdaftar di Perpustakaan Nasional dan masih mengerjakan tiga buku lainnya. Namun, ia mengakui tantangan terbesar yang dihadapinya adalah pembagian waktu dan biaya publikasi.
“Kadang harus mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan penelitian. Selain itu, biaya publikasi jurnal juga cukup besar,” ungkapnya.
Meski telah mencatatkan prestasi akademik dan nasional, Anam mengaku masih bertahan sebagai satpam sambil menunggu kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengajar. “Cita-cita saya menjadi guru atau dosen. Saat ini saya masih bekerja sebagai satpam sambil terus berusaha mencapai titik tersebut,” pungkasnya. (Sumber : Kompas.com)










