Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Warga Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, melayangkan protes keras terhadap pemasangan kabel jaringan wi-fi yang dinilai tidak tertata dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah kabel terlihat menjuntai rendah hingga melintang di bahu jalan, sehingga nyaris menimbulkan kecelakaan pengendara sepeda motor.
Kabel jaringan wi-fi tersebut sejatinya berfungsi sebagai penghubung layanan internet ke pelanggan. Namun, pemasangan di ruang publik seharusnya memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan masyarakat, termasuk ketinggian kabel serta posisi pemasangan agar tidak mengganggu lalu lintas.
Pemasangan kabel yang dilakukan tanpa standar keselamatan dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bertinggi besar yang melintas di jalur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan warga mencuat setelah sebuah video berdurasi sekitar satu menit lebih beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Muhammad Romeli dan diposting di grup Facebook Bumi Sukoharjo Damai.
Dalam rekaman itu, tampak kondisi kabel wi-fi yang dipasang sembarangan dan dibiarkan dalam waktu cukup lama.
Perekam video menyampaikan keluhan secara terbuka kepada pemilik jaringan wi-fi yang berada di wilayah sebelah barat Pondok Al Hidayah arah Waringinsari, Kecamatan Adiluwih.
Ia menegaskan bahwa kabel yang melintang rendah di jalan umum sudah sangat mengganggu aktivitas warga dan nyaris mencelakai pengguna jalan.
“Tolong yang punya kabel wi-fi sebelah barat Pondok Al Hidayah arah Waringinsari agar segera dikondisikan. Ini sudah hampir satu minggu dibiarkan. Kabelnya melintang di jalan dan kemarin hampir mencelakai pengendara motor, apalagi kalau malam hari. Sudah hampir menyentuh tanah dan bisa tersangkut kendaraan. Kalau tidak segera ditangani, terpaksa akan kami kondisikan sendiri karena sudah sangat mengganggu,” kata suarw dibalik video tersebut.
Unggahan video tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Mayoritas komentar menyoroti potensi bahaya dan mendesak agar kabel segera ditertibkan.
Akun Andi Ogan menuliskan, “Pedot wae kang rasah kesuwen kalau membahayakan,” yang bermakna kabel sebaiknya segera diputus jika membahayakan pengguna jalan.
Sementara Alfata Al-Ma’arify berpendapat bahwa pemutusan kabel justru akan memancing respons dari pihak teknisi. “Dipotong ae kang, nanti pelanggan wi-finya laporan dan teknisinya datang,” tulisnya.
Komentar bernada peringatan datang dari Sukro Sukro yang mengingatkan agar warga tetap berhati-hati dan tidak bertindak sembarangan terhadap jaringan utilitas.
Desakan lebih tegas disampaikan Ajj Ajj yang menulis singkat, “Putus aja,” menandakan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pengguna jalan.
Komentar senada juga datang dari Yuliyanto Yuliyanto dan Edy Changchung yang meminta agar kabel segera ditertibkan karena dinilai sudah terlalu membahayakan.
Di sisi lain, akun Rafa Fildan Muksoni menyampaikan apresiasi kepada pengunggah video. “Oke mas, matur nuwun informasine,” tulisnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia layanan internet terkait kepemilikan maupun penanganan kabel wi-fi tersebut. (*)









