Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Menjelang genap satu tahun kepemimpinan Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi bersama Wakil Bupati Agus Suranto, Pemerintah Kabupaten Tanggamus memaparkan berbagai capaian pembangunan lintas sektor yang menunjukkan arah pembangunan daerah yang semakin terukur dan berkelanjutan.
Dalam keterangan tertulis Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, S.T., M.T., M.M., mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan bahwa fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas hidup dan lingkungan masyarakat.
“Pendekatan ini diwujudkan melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta reformasi tata kelola pemerintahan,” kata Hendra Wijaya Mega kepada Media Prioritastv.com, Rabu 11 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskannya, berdasarkan data tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tanggamus tercatat mencapai 71,36, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 70,54.
Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,10 persen dari sebelumnya 10,58 persen, sementara Indeks Gini menurun menjadi 0,222. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,44 persen dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,52 persen dan nilai investasi mencapai Rp1,93 triliun.
Dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan menjadi Rp119,4 miliar. Kabupaten Tanggamus berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setelah pada tahun sebelumnya memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
“Capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berupaya memastikan setiap program pembangunan memiliki dampak nyata. Mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, hingga perbaikan layanan publik dilakukan secara terintegrasi.
Ia menambahkan, reformasi birokrasi terus diperkuat melalui digitalisasi layanan pemerintahan. Salah satunya dengan penerapan sistem Absensi Fingerprint Online Terintegrasi guna meningkatkan disiplin ASN, transparansi, dan efisiensi tata kelola pemerintahan.
Selain itu, penerapan sistem OSS Risk Based Approach (OSS RBA) dinilai berhasil mempercepat proses perizinan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanggamus.
Pada sektor pelayanan publik, Kabupaten Tanggamus meraih predikat sangat baik dari Kementerian Dalam Negeri untuk sejumlah layanan, termasuk RSUD Batin Mangunang dan administrasi kependudukan.
“Capaian ini menjadi indikator peningkatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah melakukan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas pada 23 unit sekolah yang didanai melalui APBD Kabupaten Tanggamus serta 60 unit sekolah melalui program revitalisasi pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Sementara di sektor kesehatan, usia harapan hidup masyarakat Tanggamus mencapai 75 tahun dan terus menunjukkan tren peningkatan, seiring membaiknya akses layanan kesehatan dan penurunan angka stunting.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi perhatian utama sepanjang 2025, meliputi pembangunan dan peningkatan jalan, perbaikan jembatan dan drainase, serta penambahan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tiga kecamatan.

Di sisi lingkungan, pengelolaan sampah menunjukkan kemajuan dengan penanganan timbulan sampah mencapai 373,71 ton per hari, termasuk melalui perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalimiring.
Dengan jumlah penduduk mencapai 662.542 jiwa dan sekitar 68.700 jiwa dari keluarga miskin yang terus ditangani, Pemkab Tanggamus menegaskan komitmennya untuk menjaga pembangunan tetap inklusif.
“Kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan transformasi digital terus menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” bebernya.
Pemkab Tanggamus juga mendukung penuh Program Nasional Asta Cita Presiden. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan KDMP Merah Putih yang telah terportal di 81 pekon dan masih dalam proses pembangunan, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 57 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 37 SPPG telah beroperasi dan melayani sekitar 101 ribu jiwa.
Dalam pengendalian inflasi, Kabupaten Tanggamus mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) year on year rata-rata sebesar 1,1 persen sepanjang 2025.
“Capaian ini menempatkan Kabupaten Tanggamus dalam 24 besar nasional serta menjadi salah satu kabupaten dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di Provinsi Lampung,” tandasnya. (*)









