Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, putus setelah dilintasi kendaraan angkutan umum dan menyebabkan kendaraan tersebut tercebur ke sungai. Akibat kejadian tersebut, akses vital warga terputus dan aktivitas masyarakat terganggu.
Jembatan gantung tersebut selama ini digunakan warga sebagai penghubung utama untuk berbagai keperluan, mulai dari akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.
Putusnya jembatan membuat warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, bahkan sebagian aktivitas terpaksa dihentikan sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pekon Banjar Agung Ilir, Pugung, Sahrawi, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat segera memberikan bantuan dan solusi konkret atas peristiwa tersebut. Menurutnya, jembatan gantung memiliki peran strategis bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Jembatan ini merupakan akses utama warga. Setelah putus, dampaknya sangat terasa, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga yang setiap hari harus ke kebun atau berdagang,” ujar Sahrawi kepada media, Kamis 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, akibat putusnya jembatan, proses belajar mengajar siswa sekolah dasar terganggu karena kesulitan menyeberang sungai. Selain itu, aktivitas ekonomi warga juga terhambat karena akses distribusi hasil kebun tidak dapat berjalan normal.
“Sudah dua hari ini anak-anak sekolah kesulitan berangkat. Warga juga terganggu aktivitasnya, baik untuk bekerja maupun keperluan lainnya,” tegasnya.
Sahrawi menambahkan, masyarakat Pekon Banjar Agung Ilir saat ini berinisiatif melakukan perbaikan jembatan secara swadaya demi memulihkan akses sementara.
Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan material maupun teknis.
“Kami siap bergotong royong. Harapannya ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Tanggamus agar perbaikan bisa segera dilakukan dan jembatan kembali dapat digunakan dengan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanggamus, Belli Pahlupi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Pekon Banjar Agung Ilir terkait penanganan jembatan tersebut.
“Tadi pagi kami sudah berkoordinasi. Kesimpulannya, mulai besok akan dilakukan penanganan awal secara bersama. Dari PUPR, kami menyiapkan derek atau takel besar dengan kapasitas sekitar lima ton untuk membantu proses perbaikan,” kata Belli saat dikonfirmasi.
Masyarakat berharap penanganan jembatan gantung tersebut dapat segera terealisasi agar aktivitas warga kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (*)









