Peserta BPJS PBI Metro Banyak Nonaktif, Efril Minta Pemkot Metro Bergerak Cepat: Reaktivasi Bisa, tapi Sosialisasi Nihil

Dampak Pemutakhiran DTSEN, Reaktivasi Terbuka Tapi Tak Tersosialisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro, Lampung – Di tengah kebijakan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berdampak pada penonaktifan jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) secara nasional, Kota Metro ikut terdampak.

Ribuan warga yang selama ini menggantungkan akses kesehatan gratis dari pemerintah mendadak kehilangan status kepesertaannya. Namun, yang menjadi persoalan krusial bukan hanya soal angka, melainkan ketidaksiapan sosialisasi di tingkat akar rumput.

Anggota DPRD Kota Metro, Efril, menyoroti tajam minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait mekanisme reaktivasi. Padahal, pemerintah pusat telah membuka jalur pemulihan status bagi warga yang memenuhi kriteria.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka yang dinonaktifkan oleh pemerintah pusat sebenarnya bisa mereaktivasi dengan melapor ke dinas sosial dan seterusnya. Nah, ini yang belum ada sosialisasi kepada masyarakat. Jadi menurut saya, pemerintah kota harus betul-betul merespons ini dengan cepat,” tegas Efril dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah kebijakan nasional yang menegaskan bahwa penonaktifan bukanlah penghapusan permanen, melainkan bagian dari validasi data menuju bansos tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf bahkan telah menginstruksikan kemudahan reaktivasi, termasuk menambah desa atau kelurahan sebagai lokus pengajuan, bukan hanya dinas sosial. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa arus informasi belum menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Baca Juga :  Curi HP Rekan Kerja di Kota Agung Timur Tanggamus, Pemuda Mesuji Ditangkap saat COD di Wonosobo

Saat disinggung mengenai kemungkinan pengalihan pembiayaan dari APBN ke APBD apabila kepesertaan PBI-JK tidak lagi ditanggung pusat, Efril mengakui opsi tersebut memang ditempuh sejumlah daerah. Pemerintah Provinsi Jakarta, misalnya, telah mengambil alih pembiayaan bagi 270.000 warganya yang terdampak melalui skema PBPU-BP Pemda. Langkah serupa juga dilakukan Pemkot Madiun yang mengalihkan peserta nonaktif ke skema PBI-Daerah melalui program UHC .

Namun, Efril mengingatkan bahwa kemampuan fiskal Kota Metro masih menjadi tanda tanya besar. “Beberapa daerah sudah mengambil langkah men-takeover pembiayaan dari APBN ke APBD. Tapi pertanyaannya, kira-kira APBD kita mampu atau tidak?” cetusnya.

Ia membeberkan fakta mengejutkan, saat ini Pemkot Metro telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk PBI yang ditanggung APBD. Namun, alokasi tersebut berdasarkan informasi yang ia terima, disebut belum sepenuhnya mencukupi untuk mengcover kebutuhan 12 bulan berdasarkan data tahun sebelumnya.

Artinya, jika tekanan pembiayaan harus ditanggung sendiri oleh daerah tanpa dukungan pusat yang memadai, maka beban APBD Metro akan semakin berat. Di sinilah letak dilema: niat baik untuk melindungi warganya harus berhadapan dengan ruang fiskal yang terbatas.

Baca Juga :  Setahun Riyanto–Umi di Kursi Kepemimpinan, Bapperida Sebut Pembangunan Pringsewu Makin Terarah

Sebagai catatan, Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan telah memastikan bahwa pasien penyakit katastropik (gagal ginjal, jantung, kanker, stroke) yang terdampak penonaktifan akan direaktivasi otomatis secara terpusat tanpa perlu datang ke dinas sosial, dengan masa tenggang tiga bulan.

Namun, untuk warga umum yang tidak masuk kategori tersebut, jalur satu-satunya tetaplah melalui mekanisme reaktivasi manual.

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan aplikasi Cek Bansos dengan fitur usul-sanggah, serta call center 171 yang beroperasi 24 jam . Tapi tanpa sosialisasi yang masif di tingkat lokal, kanal-kanal ini hanya akan menjadi gudang informasi tanpa pengguna.

Efril mendesak agar Pemerintah Kota Metro segera bergerak aktif, bukan hanya menunggu arahan pusat, tetapi memproaktifkan edukasi ke kelurahan dan puskesmas, serta memetakan secara akurat warganya yang masih layak menerima bantuan.

Kota Metro kini berada di persimpangan, antara keberlanjutan akses kesehatan warganya dan keterbatasan fiskal daerah. Yang jelas, diam bukanlah pilihan. “Jangan sampai warga baru sadar ketika mereka ditolak di rumah sakit. Negara hadir untuk melindungi, bukan menyulitkan. Tapi kehadiran itu harus disampaikan dengan bahasa yang dipahami rakyat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya
Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak
Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu
Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus
Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes
Anggota DPR-RI Sudin Serap Aspirasi Warga Metro Sambil Bagikan Sembako Ramadan
Video Viral, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Korupsi Proyek di Tanggamus, Netizen Beri Beragam Tanggapan
Diduga Lakukan Pungli di Jalinsum Tanggamus, Dua Remaja Diamankan Polisi
Berita ini 48 kali dibaca
Avatar photo

Raditya

Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 22:46 WIB

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya

Senin, 9 Maret 2026 - 22:20 WIB

Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak

Senin, 9 Maret 2026 - 22:11 WIB

Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu

Senin, 9 Maret 2026 - 21:36 WIB

Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus

Senin, 9 Maret 2026 - 18:52 WIB

Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes

Berita Terbaru