Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Suasana duka menyelimuti sebuah rumah warga di Dusun Bandongan Pekon Talang Padang, Kecamatan Talang Padang Jumat malam 13 Februari 2026.
Di tengah tangis keluarga yang kehilangan orang tercinta, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tanggamus hadir menjalankan tugas kemanusiaan yang jarang tersorot, namun sarat makna.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Damkarmat menerima laporan permintaan bantuan pelepasan gips cor di tangan seorang warga yang telah meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunda waktu, petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit. Dengan penuh kehati-hatian dan empati, petugas membantu membuka gips yang sebelumnya dipasang akibat cedera serius yang dialami almarhum sebelum wafat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tanggamus, Firdaus Tarunajaya, menyampaikan bahwa tugas tersebut merupakan bagian dari panggilan kemanusiaan yang harus dijalankan dengan hati.
Menurutnya, Damkar tidak hanya hadir saat api berkobar, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan di detik-detik paling berat dalam hidup mereka.
“Ini bukan sekadar tugas teknis. Kami datang untuk membantu keluarga yang sedang berduka. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” kata Firdaus, Sabtu 14 Februari 2026.
Firdaus menjelaskan, almarhum sebelumnya terjatuh dan menjalani operasi pada bagian tangan hingga harus dipasang gips cor. Setelah berpulang, keluarga meminta bantuan Damkarmat agar gips tersebut dapat dilepas guna memudahkan proses pemulasaraan jenazah.
“Permintaan itu pun kami laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kepedulian,” jelasnya.
Firdaus menegaskan bahwa pekerjaan Damkar memiliki risiko tinggi dan sering kali dilakukan dalam situasi emosional yang tidak mudah.
Namun, dedikasi untuk melayani masyarakat menjadi prinsip utama, termasuk bagi petugas PPPK paruh waktu yang turut mengabdikan diri.
“Damkar adalah panggilan kemanusiaan. Kami pantang pulang sebelum tugas selesai, apa pun risikonya,” tegasnya.
Di balik seragam dan peralatan penyelamatan, malam itu petugas Damkarmat Tanggamus tidak hanya membawa keahlian, tetapi juga empati, doa, dan penguatan bagi keluarga yang tengah berduka, sebuah pengabdian sunyi yang lahir dari ketulusan. (*)









