Warga Empat Pekon di Banyumas Murka, Desak Pemkab Pringsewu Tertibkan Truk Pasir Diduga Ilegal

Lalu Lintas Truk Pasir Diduga Ilegal Picu Kerusakan Infrastruktur dan Ancaman Keselamatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan truk pasir pemicu kerusakan jalan di Pekon Mulyorejo, Nusawungu, Sri Rahayu, dan Waya Krui Kecamatan Banyumas, Pringsewu.

Deretan truk pasir pemicu kerusakan jalan di Pekon Mulyorejo, Nusawungu, Sri Rahayu, dan Waya Krui Kecamatan Banyumas, Pringsewu.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Kemarahan warga di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, memuncak akibat aktivitas truk pengangkut pasir yang diduga berasal dari tambang ilegal. Lalu lintas armada bermuatan berat tersebut dinilai menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan kabupaten yang melintasi wilayah permukiman.

Sedikitnya empat pekon terdampak langsung, yakni Pekon Mulyorejo, Pekon Nusawungu, Pekon Sri Rahayu, dan Pekon Waya Krui. Truk pengangkut pasir disebut melintas hampir tanpa henti, siang dan malam, sementara kondisi jalan terus mengalami penurunan kualitas tanpa perbaikan signifikan dari pemerintah daerah.

Kerusakan jalan terjadi secara merata di sejumlah titik. Permukaan jalan berlubang, bergelombang, hingga berubah menjadi kubangan saat hujan dan menimbulkan debu tebal ketika kemarau. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menghambat mobilitas ekonomi warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua ruas jalan kabupaten dilaporkan mengalami kerusakan paling parah, yakni jalur Banyumas menuju Sendang, Lampung Tengah, serta ruas Jalan Pekon Waya Krui menuju Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Pada beberapa titik, jalan disebut nyaris tidak bisa dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor.

Baca Juga :  Sempat Tinggalkan Pesan untuk Keluara, IRT di Sukoharjo Ditemukan Meninggal Dunia

Warga juga menilai pola operasional armada truk semakin merugikan masyarakat. Ketika satu ruas jalan rusak berat atau diperbaiki secara swadaya, armada truk disebut berpindah ke jalur lain yang masih layak dilalui. Akibatnya, kerusakan infrastruktur meluas dan semakin sulit dikendalikan.

Padahal sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah memfasilitasi musyawarah antara perwakilan armada tambang dari wilayah Pubian dan Sendang Agung, Lampung Tengah, bersama Dinas Perhubungan, unsur kepolisian, serta DPRD setempat. Namun hingga kini, masyarakat menilai hasil pertemuan tersebut belum diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.

Dampak kerusakan tidak hanya berhenti pada badan jalan. Warga mengungkapkan jembatan penghubung Pekon Nusawungu dan Pekon Sri Rahayu mulai mengalami penurunan struktur. Jika kondisi ini dibiarkan, jembatan dikhawatirkan amblas akibat terus dilintasi kendaraan bermuatan berat.

Jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat menuju pusat pemerintahan, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga distribusi hasil pertanian. Kerusakan yang terus dibiarkan dinilai berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan membahayakan keselamatan warga.

Baca Juga :  Polisi Identifikasi dan Olah TKP Meninggalnya ASN di Kantor DPMPTSP Tanggamus, Ini Hasilnya

Atas kondisi tersebut, masyarakat empat pekon mendesak Pemerintah Kabupaten Pringsewu segera menertibkan operasional truk pasir serta menindak tegas dugaan aktivitas tambang ilegal. Warga juga meminta pengawasan ketat terhadap pelanggaran tonase dan penegakan hukum tanpa tebang pilih.

Salah seorang warga Banyumas, JY (40), menyatakan kesabaran masyarakat sudah habis. Menurutnya, aktivitas truk yang melintas tanpa pengawasan telah menghancurkan jalan yang seharusnya menjadi fasilitas publik.

“Truk lewat nonstop, muatannya berat, jalan kami hancur total. Ini sudah sangat keterlaluan,” ucapnya, Sabtu 14 Februari 2026.

Ia juga menyoroti kondisi ruas jalan menuju Sri Way Langsep yang kini nyaris lumpuh.

“Yang ke Sri Way Langsep itu sudah tidak layak. Motor saja susah lewat, apalagi mobil. Kalau dibiarkan, semua akses bisa terputus,” tegasnya.

JY menegaskan warga tidak menolak aktivitas usaha, namun meminta pemerintah hadir dan bertindak tegas sebelum kerusakan semakin meluas.

“Kami tidak anti usaha, tapi jangan hancurkan jalan rakyat. Pemerintah harus bertindak sekarang, jangan menunggu sampai ada korban,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya
Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak
Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu
Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus
Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes
Dulu Bertaruh Nyawa Naik Perahu Bambu, Kini Warga Nikmati Jembatan Garuda
Anggota DPR-RI Sudin Serap Aspirasi Warga Metro Sambil Bagikan Sembako Ramadan
Video Viral, Bupati Tanggamus Tegaskan Tidak Ada Korupsi Proyek di Tanggamus, Netizen Beri Beragam Tanggapan
Berita ini 17 kali dibaca
Avatar photo

Samuel

Samuel bernama lengkap Lamagus Roysamuel Vicner adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 16833-LSPR/WDa/DP/X/2019/02/03/87.

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 22:46 WIB

Aksi Geng Motor di Pringsewu Bawa Klewang 1,6 Meter Viral, 8 Orang Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya

Senin, 9 Maret 2026 - 22:20 WIB

Breaking News: Petani Ulu Belu Hilang di Kebun Ditemukan Meninggal di Sungai Pulau Panggung Tanggamus, Tinggalkan Satu Anak

Senin, 9 Maret 2026 - 22:11 WIB

Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Ulu Semong di Kecamatan Ulu Belu

Senin, 9 Maret 2026 - 21:36 WIB

Kesal Diprovokasi, Pemuda Air Naningan Lukai Remaja Pulau Pangung di Batu Tegi Tanggamus

Senin, 9 Maret 2026 - 18:52 WIB

Percikan Kompor Picu Kebakaran di Terminal Kota Agung Tanggamus, Satu Kios Nyaris Ludes

Berita Terbaru