Ditulis oleh:
H. Tony Eka Candra
Editor : Davit Segara
Prioritastv.com, Lampung – Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, silaturahmi bagaikan oasis yang menyegarkan jiwa. Terlebih saat ini, ketika kita berada di Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh maghfirah dan rahmat.
Silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan nilai luhur yang lahir dari ketulusan hati, kepekaan nurani, serta cinta kasih antarmanusia. Nilai inilah yang menjadi bekal utama kita dalam memasuki bulan penuh keberkahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Betapa indahnya ketika Ramadhan disambut dengan hati yang bersih melalui jalinan silaturahmi. Di tengah dunia yang kian individualis, satu panggilan telepon, satu pesan penuh kasih, atau permohonan maaf yang tulus sebelum fajar Ramadhan menyingsing, dapat menjadi penawar luka dan perekat kembali hubungan yang sempat renggang. Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari).
Momentum Ramadhan mengajarkan bahwa kesalehan ritual harus berjalan beriringan dengan kesalehan sosial. Silaturahmi menjadi kunci pembuka pintu rezeki dan keberkahan, sekaligus jalan menuju derajat takwa yang hakiki.
Lebih jauh, silaturahmi juga menjadi fondasi penting dalam perjuangan melawan ancaman besar bangsa, yakni penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Dalam gerakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), silaturahmi menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk saling menguatkan.
Dengan mempererat hubungan dan komunikasi, kita dapat mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menyelamatkan para penyalahguna dan pecandu melalui rehabilitasi, agar mereka dapat kembali hidup sehat dan produktif di tengah masyarakat.
Mereka sejatinya adalah korban dari sindikat, bandar, dan pengedar narkoba yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya.
Narkoba adalah musuh tersembunyi yang mengancam generasi muda, merusak keharmonisan keluarga, dan menggelapkan masa depan bangsa.
Karena itu, produsen, sindikat, bandar, dan pengedar narkoba harus ditindak tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap kemanusiaan.
Di bulan Ramadhan yang sarat dengan nilai pengendalian diri dan introspeksi, mari jadikan silaturahmi sebagai benteng pertahanan.
Melalui dialog yang konstruktif, kepedulian, dan dukungan tulus, kita ciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan solid sehingga tidak ada ruang bagi peredaran gelap narkoba.
Ketika tali silaturahmi terjalin erat, kita memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan.
Di dalamnya terdapat kasih sayang yang menyembuhkan dan harapan yang menerangi jalan menuju Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
Setiap senyuman, perhatian, dan uluran tangan yang kita berikan adalah langkah nyata dalam menjaga generasi penerus bangsa dari ancaman narkoba.
Mari memasuki Bulan Suci Ramadhan dengan semangat silaturahmi yang tulus. Saling menghargai, mendengarkan dengan hati lapang, serta memberikan dukungan tanpa pamrih.
Di balik hubungan yang erat, tersimpan kekuatan untuk meraih keberkahan, memenangkan perjuangan melawan narkoba, dan mewujudkan bangsa yang benar-benar bersinar.
Selamat menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. (*)









