Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Proses evakuasi jasad Suroso (28), pemuda asal Pekon Karang Rejo, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, berlangsung dramatis. Tim harus berjalan kaki sekitar empat jam melewati jurang dan hutan lebat di kawasan Register 30.
Medan menuju lokasi penemuan sangat berat. Tidak terdapat akses jalan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur yang dilalui berupa setapak sempit, turunan curam, serta aliran sungai berbatu yang licin akibat hujan.
Kapolsek Pulau Panggung AKP Jumbadio mengatakan proses pengangkatan jenazah dilakukan secara manual bersama warga setempat. Petugas harus ekstra hati-hati karena kondisi jurang dan hutan yang cukup ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lokasi berada di kawasan hutan Register 30, akses sangat terbatas. Evakuasi membutuhkan waktu kurang lebih empat jam berjalan kaki,” kata AKP Jumbadio.
Kapolsek menegaskan, meski terkendala medan berat, pihaknya bersama warga akhirnya berhasil membawa jenazah ke permukiman untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tandasnya.
Diketahui, korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Way Kepayang saat hujan deras pada Sabtu (21/2/2026).
Ia baru ditemukan pada Senin (23/2/2026) sore di aliran Way Ngarip, sekitar 2 kilometer dari titik awal diduga tenggelam.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada saat melintasi sungai, terutama dalam kondisi hujan deras dan arus yang meningkat. (*)









