Prioritastv.com, Jakarta – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah remaja diamankan oleh dua pria berseragam TNI bersama warga saat diduga hendak melakukan perang sarung. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Sebe Teplok dan menjadi perbincangan luas di kalangan warganet, Selasa 24 Februari 2026.
Dalam rekaman itu, tampak para remaja itu membawa sarung yang telah dililit. Aparat berseragam bersama warga kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan mereka untuk mencegah keributan.
Setelah dikumpulkan, terlihat kedua tentara tersebut melakukan pemukulan menggunakan sarung yang sebelumnya dibawa anak-anak tersebut. Hingga terdengar suara plak plok yang bahkan ditirukan warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi dalam video tersebut memicu beragam reaksi. Akun Sapto Anggo menuliskan komentar bernada dukungan. Dalam komentarnya ia menyampaikan bahwa anak-anak seusia itu memang kerap sulit dinasihati dan ia mengaku berterima kasih atas tindakan penertiban tersebut.
Sementara itu, akun Dhika Akhaw Prtama menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai aparat seharusnya memberikan teguran dan menyampaikan pembinaan secara baik-baik kepada orang tua anak, bukan menggunakan kekerasan, selama persoalan masih dapat diselesaikan secara persuasif.
Perang sarung sendiri kerap terjadi saat bulan Ramadan dan berpotensi memicu perkelahian maupun cedera.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam keterangan video disebutkan lokasi bernama Sumpiuh. Sumpiuh merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, turut disebutkan wilayah Kedungpring yang merupakan desa di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kedua wilayah tersebut berdekatan hanya berjarak sekitar tiga koma delapan kilometer atau kurang lebih lima menit perjalanan darat.
Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai lokasi dan kronologi lengkap kejadian dalam video tersebut. (*)









