Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Banjir yang datang secara tiba-tiba menerjang aliran Way Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Kamis 12 Maret 2026, sore hingga menyebabkan sebuah truk bermuatan kayu terseret arus saat hendak menyeberangi sungai tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika kendaraan yang membawa muatan kayu dari wilayah Sampang Turus menuju Pekon Sumur Tujuh melintas di aliran sungai.
Saat awal menyeberang, kondisi air masih relatif normal sehingga kendaraan masih dapat melintas. Namun hanya dalam hitungan menit, debit air tiba-tiba meningkat dan arus banjir datang dengan deras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Truk tersebut kemudian kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling di tengah aliran sungai.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya membantu dengan mengikat kendaraan menggunakan tali agar tidak hanyut terbawa arus banjir yang semakin deras.
Sekretaris Pekon Sampang Turus, Hasan Sony, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.05 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah Sampang Turus.
Saat itu mobil truk bermuatan kayu gelondongan sekitar ±4 meter kubik menyeberang dari sekitar Balai Pekon Sampang Turus menuju arah Wonosobo.
“Di tengah sungai air tiba-tiba membesar hingga mobil hanyut. Luapan air juga sempat menggenangi halaman Kantor Pekon Sampang Turus. Sekarang hujan sudah berhenti dan air mulai surut,” kata Hasan Sony saat dikonfirmasi.
Sementara itu, menurut Firman Pratama selaku pengemudi truk, bahwa saat dirinya menyeberangi sungai kondisi air sebenarnya masih kecil. Namun secara tiba-tiba air datang dengan sangat cepat hingga menghantam kendaraan yang dikemudikannya.
“Saat saya menyeberang, airnya belum besar. Tapi mobil mater dan tidak lama kemudian banjir datang tiba-tiba dan langsung menghantam mobil sampai terguling,” kata Firman kepada Media Prioritastv.com.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan perhatian terhadap akses jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, jalur penyeberangan sungai yang digunakan masyarakat masih minim infrastruktur sehingga rawan terjadi kecelakaan saat debit air meningkat.
“Kami berharap ke depan pemerintah dapat memperbaiki akses jalan atau membangun sarana penyeberangan yang lebih aman agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan terhindar dari risiko bahaya, terutama saat musim hujan,” harapnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







