Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Unggahan di media sosial yang menyoroti menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDIT Teladan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, menjadi perbincangan warganet. Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi, seperti bakso yang disebut basi dan agar-agar yang telah mencair.
Dalam video dan foto yang beredar, terlihat beberapa jenis makanan yang diklaim sebagai menu MBG untuk siswa di sekolah tersebut. Selain bakso dan agar-agar yang disebut sudah mencair, juga terlihat roti yang dinilai dalam kondisi gepeng.
Pengunggah video tersebut bahkan mempertanyakan kualitas makanan yang dibagikan kepada para siswa. Ia menyebut makanan tersebut diduga tidak layak diberikan kepada anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini dapur siapa, ini mau ngeracun anak-anak ini. Coba orang tua yang anak-anaknya sekolah di SDIT lihat ini, bakso basi, agar-agar sudah cair sudah berapa hari tanpa di kulkas,” ucap pengunggah dalam video yang beredar dikutip Kamis 12 Maret 2026.
Unggahan tersebut pun menuai berbagai tanggapan dari warganet. Salah satu akun lain juga meminta pihak penyelenggara program atau SPPG agar melakukan pembenahan dalam penyediaan makanan.
Akun tersebut menyebut bahwa makanan yang diduga tidak layak tersebut sempat dikumpulkan di sekolah sebelum akhirnya dibuang karena dianggap tidak layak dikonsumsi.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan, mulai dari ahli gizi hingga pengelola pengadaan bahan makanan, lebih memperhatikan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Menurutnya, proses pengecekan seharusnya dilakukan sebelum makanan dikemas, sehingga makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Menanggapi beredarnya unggahan di media sosial terkait dugaan makanan tidak layak pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDIT Teladan Kota Agung, pihak sekolah memberikan klarifikasi. Salah satu guru SDIT Teladan Kota Agung menyampaikan bahwa makanan yang disebut basi dalam video yang beredar sebenarnya tidak dalam kondisi basi.
“Itu bukan basi, hanya terlihat berair saja kemungkinan karena kondisi makanan masih panas saat dimasukkan ke dalam plastik mika. Jadi bukan makanan basi seperti yang disebutkan di media sosial. Pihak sekolah juga sudah melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG yang menyiapkan makanan tersebut dan mereka menyampaikan akan menggantinya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah menyampaikan penjelasan tersebut kepada para wali murid agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait informasi yang beredar.
Terpisah, Korwil SPPG Tanggamus, Panji, turut memberikan penjelasan terkait temuan makanan yang dinilai tidak layak oleh sebagian pihak. Ia mengakui adanya kondisi kuah makanan yang terlihat lebih berair dari biasanya, meski menurutnya hal tersebut tidak terjadi pada seluruh porsi yang dibagikan. Panji mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi internal sebagai langkah perbaikan ke depan.
“Memang ada yang terlihat berair, entah kenapa, tapi tidak semua. Ini menjadi teguran bagi saya, dan saya juga akan menegur bawahan agar kejadian seperti ini dapat ditindaklanjuti serta mengurangi risiko serupa di kemudian hari,” tegas Panji. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







