Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan di Lampung Timur

Warga curiga karena korban tak terlihat beraktivitas selama beberapa hari dan rumah selalu tertutup.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Desa Way Mili, Gunung Pelindung, Lampung Timur, Sabtu 14 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Polisi saat melakukan olah TKP penemuan mayat di Desa Way Mili, Gunung Pelindung, Lampung Timur, Sabtu 14 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Lampung Timur, Lampung – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan di Desa Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 14 Maret 2026. Korban diketahui bernama Harianto (73) atau yang akrab disapa Koh Atian, yang selama ini tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan di dalam rumah, korban ditemukan terbaring di atas kasur di dalam kamar. Petugas kepolisian bersama tenaga medis kemudian melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Hendak Kabur Bersama Istri, Pelaku Pembunuhan PSK di Panjang Bandar Lampung Ditangkap

Kepala Desa Way Mili, Basori, mengatakan penemuan tersebut bermula dari kecurigaan warga sekitar karena korban sudah sekitar lima hari tidak terlihat beraktivitas. Selain itu, rumah yang ditempati korban selalu dalam keadaan terkunci sementara lampu penerangan menyala siang dan malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena curiga, warga kemudian meminta izin kepada pemilik rumah untuk membuka pintu kontrakan. Setelah dibuka, warga mencium bau tidak sedap dari dalam rumah dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta petugas puskesmas,” kata Basori.

Baca Juga :  Usai Penusukan Maut di Wonosobo Tanggamus, Pelaku Serahkan Diri

Kapolsek Gunung Pelindung, Iptu Agus Sugiarto, menjelaskan dari hasil pemeriksaan awal tim medis diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu minggu sebelum ditemukan warga.

“Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, kemungkinan korban sudah meninggal kurang lebih satu minggu sebelum ditemukan,” jelasnya.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menyatakan korban meninggal dunia karena sakit sehingga tidak bersedia dilakukan autopsi. “Jenazah korban dibawa ke Lempasing, Bandar Lampung, untuk dilakukan kremasi,” tandasnya. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 20 kali dibaca
Avatar photo

Jumadi

Jumadi adalah Pemimpin Redaksi Media Prioritastv.com, Sertifikasi Wartawan Utama tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 14808-LSPR/WU/DP/XI/2025/20/12/68

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru