Prioritastv.com, Tanggamus Lampung- Dentuman semangat dan disiplin militer menggema di Halaman Islamic Center Kota Agung, Rabu (18/3/2026).
Sebanyak 537 personel Yonif TP 945/Pandu Pepadun Cakti (PPC) resmi disambut dalam upacara penuh khidmat yang menjadi sinyal kuat hadirnya kekuatan baru penjaga stabilitas wilayah pesisir Tanggamus.
Upacara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., bersama Wakil Bupati Agus Suranto, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, serta jajaran Forkopimda dan pejabat daerah lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kehadiran ratusan prajurit bukan sekadar memperkuat pertahanan, tetapi juga menjadi “senjata sosial” dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
“Selamat datang para prajurit di Bumi Tanggamus. Kehadiran kalian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi nyata di tengah masyarakat, mulai dari ketahanan pangan hingga penanganan stunting,” tegasnya.
Di tengah kondisi geografis Tanggamus yang rawan bencana, mulai dari banjir hingga tanah longsor, kehadiran Yonif TP 945/PPC dinilai menjadi langkah strategis. Wilayah dengan garis pantai sepanjang 202 kilometer dan ratusan pekon ini kerap dihantam cuaca ekstrem yang berdampak luas pada kehidupan warga.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mitigasi bencana serta pembangunan desa berbasis masyarakat.
“Setiap tahun kita menghadapi ancaman banjir dan longsor. Kami berharap prajurit dapat turut serta dalam upaya mitigasi, edukasi, hingga penanganan di lapangan,” ujarnya.
Tak hanya itu, peran TNI juga diharapkan masuk ke sektor strategis seperti pertanian, perikanan, kesehatan, hingga pembinaan masyarakat di pelosok desa.
Upacara penyambutan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB berjalan tertib dan aman. Kehadiran Yonif TP 945/PPC pun menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menjaga kedaulatan serta mempercepat pembangunan daerah.
Di balik barisan rapi dan seragam loreng itu, tersimpan satu pesan tegas: Tanggamus kini tidak sendiri menghadapi ancaman—baik dari alam maupun tantangan sosial yang mengintai.








