Korban Andrie Yunus Asal Lampung, 4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Empat Terduga Pelaku Diamankan, TNI Dalami Motif Penyerangan yang Lukai Aktivis Asal Pesisir Barat Lampung Hingga 24 Persen Tubuhnya Terbakar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto diduga pelaku penyiraman air keras dan (insert) korban Wakil KontraS Andrie Yunus yang disebut berasal dari Pesisir Barat, Lampung | ist/Media Prioritastv.com.

Kolase foto diduga pelaku penyiraman air keras dan (insert) korban Wakil KontraS Andrie Yunus yang disebut berasal dari Pesisir Barat, Lampung | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mulai menemui titik terang. Sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut dan kini telah diamankan oleh aparat militer.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa keempat prajurit tersebut telah ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Inisial mereka adalah NDP, dengan pangkat Kapten. Kemudian inisial SL, dengan pangkat Letnan Satu (Lettu). Lalu ada BHW, dengan pangkat Lettu. Kemudian yang terakhir inisial ES, dengan pangkat Sersan Dua (Serda) merupakan oknum anggota Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

“Empat orang yang diduga tersangka sudah kami amankan. Saat ini kami masih mendalami peran masing-masing dan motif dari tindakan tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu 18 Maret 2026.

Hingga kini, pihak TNI masih terus melakukan pendalaman terkait motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut, sementara berbagai pihak mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

Diketahui, peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Korban diketahui baru saja menyelesaikan kegiatan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, sebelum diserang oleh orang tak dikenal.

Baca Juga :  Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.

Berdasarkan diagnosis awal dari tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen dan harus menjalani perawatan intensif.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Andrie Yunus berasal dari Bandar Penggawa V Tengah Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Lampung yang berdomisili di Bogor. Kabar ini memicu simpati dan doa dari masyarakat, khususnya keluarga dan kerabat di daerah asalnya yang berharap korban segera pulih. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 34 kali dibaca
Avatar photo

Ubay

Ubay adalah kepala perwakilan Media Prioritastv.com di Jakarta Selatan, aktif meliput peristiwa nasional, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru