Di Kala Sakit, Warga Pematang Sawa Tanggamus Bertaruh Nyawa di Tengah Ombak

Ketiadaan infrastruktur jalan membuat warga harus menyeberangi laut demi mendapatkan penanganan medis darurat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat pasien Wijiati terbaring di dalam perahu kecil dan saat perjalanan menyebrangi lautan teluk semaka, Tanggamus, Senin 23 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Kolase foto saat pasien Wijiati terbaring di dalam perahu kecil dan saat perjalanan menyebrangi lautan teluk semaka, Tanggamus, Senin 23 Maret 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Di kala sakit datang, warga di wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, tak hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga harus menghadapi ganasnya laut demi mendapatkan pertolongan medis.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026), saat Wijiati (62), warga Pekon Karang Brak, mengalami sakit perut disertai kurang darah. Kondisinya sempat memburuk setelah sebelumnya dilaporkan pingsan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah, sehingga membutuhkan penanganan segera.

Ketiadaan akses jalan darat yang layak membuat proses evakuasi tak bisa dilakukan dengan kendaraan. Warga pun tak memiliki pilihan lain selain memanfaatkan jalur laut menggunakan perahu nelayan kecil.

Di atas perahu bercadik sederhana itu, tubuh Wijiati dibaringkan di bagian tengah. Posisi tersebut dipilih untuk menjaga keseimbangan perahu saat melaju di tengah gelombang. Tanpa alat medis memadai, pasien hanya dikelilingi perlengkapan seadanya seperti jaring dan tas, sementara mesin tempel di bagian belakang menjadi satu-satunya penggerak menuju harapan.

Perahu kemudian bergerak membelah perairan, menghadapi riak ombak yang tak menentu. Setiap ayunan gelombang menjadi risiko tersendiri, di tengah keterbatasan sarana dan waktu yang terus berjalan.

Wilayah selatan Pematang Sawa sendiri diketahui mencakup sedikitnya delapan pekon yang masih tergolong terisolir. Hingga kini, kawasan tersebut belum memiliki akses jalan darat yang memadai, sehingga aktivitas warga, termasuk dalam kondisi darurat kesehatan, sangat bergantung pada jalur laut.

Baca Juga :  Viral Dugaan Banyak Longsor di Gunung Tanggamus Lampung, Pihak Terkait Diminta Bertindak

Setelah menempuh perjalanan yang tidak singkat dan penuh risiko, pasien akhirnya berhasil dibawa menuju akses transportasi lanjutan dan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis.

Kondisi ini menjadi potret nyata keterbatasan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat pesisir selatan Tanggamus. Di tengah kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan, warga masih harus berpacu dengan waktu dan bertaruh nyawa di tengah ombak demi satu tujuan yakni mendapatkan kesempatan untuk sembuh. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 27 kali dibaca
Avatar photo

Herdi Abas

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru