Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Di kala sakit datang, warga di wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, tak hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga harus menghadapi ganasnya laut demi mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/3/2026), saat Wijiati (62), warga Pekon Karang Brak, mengalami sakit perut disertai kurang darah. Kondisinya sempat memburuk setelah sebelumnya dilaporkan pingsan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijiriah, sehingga membutuhkan penanganan segera.
Ketiadaan akses jalan darat yang layak membuat proses evakuasi tak bisa dilakukan dengan kendaraan. Warga pun tak memiliki pilihan lain selain memanfaatkan jalur laut menggunakan perahu nelayan kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di atas perahu bercadik sederhana itu, tubuh Wijiati dibaringkan di bagian tengah. Posisi tersebut dipilih untuk menjaga keseimbangan perahu saat melaju di tengah gelombang. Tanpa alat medis memadai, pasien hanya dikelilingi perlengkapan seadanya seperti jaring dan tas, sementara mesin tempel di bagian belakang menjadi satu-satunya penggerak menuju harapan.
Perahu kemudian bergerak membelah perairan, menghadapi riak ombak yang tak menentu. Setiap ayunan gelombang menjadi risiko tersendiri, di tengah keterbatasan sarana dan waktu yang terus berjalan.
Wilayah selatan Pematang Sawa sendiri diketahui mencakup sedikitnya delapan pekon yang masih tergolong terisolir. Hingga kini, kawasan tersebut belum memiliki akses jalan darat yang memadai, sehingga aktivitas warga, termasuk dalam kondisi darurat kesehatan, sangat bergantung pada jalur laut.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak singkat dan penuh risiko, pasien akhirnya berhasil dibawa menuju akses transportasi lanjutan dan dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi ini menjadi potret nyata keterbatasan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat pesisir selatan Tanggamus. Di tengah kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan, warga masih harus berpacu dengan waktu dan bertaruh nyawa di tengah ombak demi satu tujuan yakni mendapatkan kesempatan untuk sembuh. (*)








