Pendapatan Tak Capai Target, Metro Defisit Pendapatan Sebesar Rp54 Miliar Lebih

LKPJ 2025 Ungkap Kinerja Keuangan Metro, Target PAD Meleset dan Puluhan Miliar Anggaran Tak Terserap

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prioritastv.com, Metro, Lampung – Dalam pidato paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Namun di balik deretan angka positif, sejumlah catatan negatif justru mencuat dan menjadi perhatian publik.

Rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Kota Metro, Rabu (1/4/2026), menjadi ajang pertanggungjawaban tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Namun alih-alih sekadar seremoni, dokumen LKPJ ini justru membuka celah evaluasi serius terhadap kinerja pemerintah daerah.

Salah satu catatan paling mencolok adalah kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai target pendapatan. Dari target Rp1,104 triliun, realisasi pendapatan hanya mencapai Rp1,050 triliun atau 95,12 persen. Artinya, ada defisit pendapatan sebesar Rp54 miliar lebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi indikator kemandirian daerah juga meleset jauh. Target PAD 2025 sebesar Rp384,63 miliar, namun realisasinya hanya Rp359,09 miliar atau 93,36 persen, ada selisih Rp25,5 miliar yang tak tercapai.

Baca Juga :  Jalinbar Tanggamus Lancar Lebaran ke-Empat, Satlantas Turunkan Tim Urai dan Pasang Tolo-Tolo di Titik Rawan

Sementara itu, pos Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah bahkan nihil realisasi sepanjang tahun 2025. Ini menjadi pertanyaan: apakah tidak ada upaya maksimal untuk menggali potensi pendapatan lain di luar PAD dan transfer?

Dari sisi belanja, dari total alokasi Rp1,13 triliun, yang terealisasi hanya Rp1,07 triliun atau 94,78 persen. Artinya, hampir Rp70 miliar anggaran tidak terserap sepanjang 2025.

Belanja yang tidak terserap maksimal ini menjadi pertanyaan besar di tengah banyaknya keluhan masyarakat tentang infrastruktur yang terbengkalai, layanan publik yang belum merata, dan program-program yang tak kunjung terealisasi.

Yang tak kalah menarik adalah adanya realisasi penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya dan “Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah”. Catatan ini mengingatkan publik pada polemik pinjaman Rp20 miliar ke Bank Lampung yang sebelumnya menjadi sorotan DPRD.

Baca Juga :  Polisi Beberkan Kecelakaan Libatkan 3 Saudara di Pringsewu, Ini Identitasnya Lengkapnya

DPRD bahkan sempat memanggil Wali Kota tiga kali terkait dugaan kurang transparan dalam penggunaan pinjaman tersebut. Dalam rapat tertutup yang digelar hari yang sama, DPRD disebut tengah mengevaluasi penggunaan dana tersebut.

Di tengah catatan-catatan negatif ini, publik kini menanti langkah DPRD. Sebagai lembaga pengawas, DPRD akan memberikan rekomendasi dan catatan kritis atas LKPJ yang diserahkan. Apakah DPRD akan tegas menyoroti kegagalan pencapaian target pendapatan, tingginya angka stunting, dan polemik penggunaan pinjaman daerah?

Satu hal yang pasti, pidato paripurna yang sarat data ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah laporan pertanggungjawaban yang akan menjadi bahan evaluasi, dan mungkin juga dasar bagi langkah-langkah politik selanjutnya.

Kota Metro, yang digadang-gadang sebagai kota cerdas, masih harus berbenah. Angka-angka dalam LKPJ menjadi cermin, ada yang sudah beres, tetapi tak sedikit yang masih amburadul. (*)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 16 kali dibaca
Avatar photo

Raditya

Raditya adalah Wartawan yang aktif meliput peristiwa daerah, sosial, kriminal dan peristiwa dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik di Kota Metro Lampung.

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru