Priotitastv.com, Tanggamus, Lampung – Kondisi memprihatinkan terlihat di ruas jalan kawasan Pasar Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga itu rusak parah dan hanya diperbaiki seadanya dengan cara diurug menggunakan tanah.
Perbaikan darurat tersebut justru menuai keluhan. Saat cuaca panas, jalan menjadi berdebu, sementara ketika hujan turun berubah menjadi berlumpur yang licin dan membahayakan. Ironisnya, kondisi ini terjadi di kawasan pasar yang setiap hari dilalui kendaraan dan aktivitas bongkar muat barang.
Situasi ini pun memicu keprihatinan warga setelah sebuah unggahan di grup Facebook viral. Alih-alih menunggu perbaikan dari pemerintah, masyarakat justru berinisiatif menggalang donasi untuk memperbaiki jalan secara swadaya menggunakan semen dan material lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bukan mau cari nama sedikitpun tidak, ini buat kebaikan bersama,” tulis penggagas dalam unggahan tersebut, Jumat 3 April 2026.
Ia bahkan mengusulkan agar donasi dikumpulkan melalui rekening atau dompet digital agar lebih transparan dan bisa segera direalisasikan.
Daftar donasi pun mulai terisi. Warga bernama Jelita Hati tercatat menyumbang lima sak semen, disusul warga lain yang juga siap berkontribusi.
Bahkan ada yang menyatakan kesediaan memberikan hingga sepuluh sak semen demi memperbaiki jalan tersebut.
Komentar Warganet: Kritik hingga Ajakan Gotong Royong
Kolom komentar dipenuhi beragam reaksi, mulai dari sindiran hingga ajakan bergerak bersama. “Kok tanahnya nggak digiling,” tulis Sihardi, menyoroti metode perbaikan yang dinilai asal-asalan.
Komentar lain menyentil pemerintah daerah. “Minta sama pak bupati, kan dekat rumahnya, nggak enak kalau beliau dengar ada open donasi,” tulis Icank Ahmad.
Bahkan ada yang menyindir janji pembangunan yang tak kunjung terealisasi.
Di sisi lain, ada juga yang mendorong peran pengusaha sekitar. “Di Pasar Talang Padang banyak toko material, mungkin bisa ikut membantu swadaya masyarakat,” tulis Dewa Budjana.
Dukungan terhadap aksi donasi juga terus mengalir. “Kalau ada nomor rekening atau sudah mulai perbaikan, saya titip semen 10 sak,” tulis Aan Pradana.
Sementara Susilagiandeka Blok yang ikut menyumbang lima sak semen mengajak warga bergerak bersama, “Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.”
Namun, tak sedikit pula yang menilai kondisi ini sebagai ironi. Di tengah aktivitas pasar yang padat, perbaikan jalan justru bergantung pada swadaya masyarakat. “Kalau bukan pemerintah siapa lagi,” tulis salah satu warganet.
Kondisi jalan yang hanya diurug tanah ini menjadi gambaran nyata masih minimnya perhatian terhadap infrastruktur di daerah. Di tengah keterbatasan, warga justru memilih bergerak sendiri, menambal jalan dengan kemampuan yang ada, demi menjaga roda ekonomi tetap berjalan. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







