BRIN Jelaskan Jenis Sisa Roket yang Meluncur di Langit Lampung

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 19:21

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Objek bercahaya di langit Lampung yang melintas disebut-sebut mirip meteor bahkan diduga rudal, Sabtu 4 April 2026, malam | ist/Media Prioritastv.com.

Objek bercahaya di langit Lampung yang melintas disebut-sebut mirip meteor bahkan diduga rudal, Sabtu 4 April 2026, malam | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Lampung – Fenomena cahaya terang yang melintas dan terpecah di langit Lampung pada Sabtu malam, 4 April 2026, diungkap Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai objek bagian dari sampah antariksa yang memasuki atmosfer Bumi.

Penjelasan disampaikan oleh Profesor Astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, yang menyebut bahwa benda itu adalah sisa roket China jenis CZ-3B. Berdasarkan hasil analisis orbit dan data dari Space-Track, objek tersebut melintas dari arah India menuju Samudera Hindia di wilayah barat Sumatera.

“Info terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bekas roket China meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di pantai barat Sumatera,” kata Thomas dalam keterangannya, Minggu, 5 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggian objek tersebut turun hingga di bawah 120 kilometer. Saat memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.

“Benda itu mengalami gesekan tinggi sehingga terbakar dan pecah menjadi beberapa bagian, menimbulkan cahaya terang yang terlihat jelas dari permukaan Bumi,” tegasnya.

Sebelumnya, warga di Lampung dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan benda bercahaya memanjang di langit sebelum akhirnya terpecah. Fenomena tersebut sempat memicu berbagai spekulasi, mulai dari meteor hingga bahkan warganet menduga sebagai rudal Iran.

Usai videonya beredar luas di media sosial, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) juga telah menduga benda bercahaya di langit Lampung merupakan sampah antariksa dari sisa roket China jenis CZ-3B, berdasarkan pola pergerakan dan pecahannya serta tidak berkaitan dengan kemunculan komet C/2026 A1 (MAPS) yang posisinya berada dekat Matahari, sebab kecil kemungkinan terlihat dari Bumi. (*)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru